Wednesday, January 25, 2006

Andai Kehidupanku Menjadi Sebuah Cerpen

Dear all,...

Kita semua, hampir pasti pernah membaca minimal sebuah cerpen atau novel. Ya, sebuah cerpen adalah sepenggal cerita pendek perjalanan kehidupan seorang umat manusia. Ada yang asli, atau non fiksi ada pula yang rekaan. Entah itu rekaan yang terinspirasi oleh kejadian asli ataupun rekaan yang berangkat dari penelaahan nilai-nilai kehidupan.

Andai saja,....
Hidup kita dituliskan dalam rangkaian cerpen atau novel seperti diatas, mungkin akan tercipta puluhan, ratusan atau bahkan ribuan judul. Tapi jumlah tidaklah terlalu penting. Ada yang lebih penting lagi, yaitu wajah dari cerpen tersebut. Akan seperti apakah gerangan 'wajah' cerpen-cerpen itu yaah?

Bisakah cerpen tersebut akan menarik minat pembaca?
Bisakah cerpen tersebut membuat pembaca asyiik menikmati?
Atau bisakah akan membawa pembaca lebih jauh, termotivasi atau kelak meneladani? Mungkinkah?

Akan tetapi, ....
Melihat sisi-sisi kehidupan saya, sebagai contoh, secara jujur, sering saya tersadar bahwa jangankan muluk2 berharap bahwa cerpen diriku akan membawa pembaca termotivasi dan meneladani, atau asyiik dibaca atau minimal tergerak hati untuk mau membaca,....

Lha wong untuk disusun menjadi rangkaian cerita saja, sulitnya bukan main. Alur cerita bergerak tidak beraturan. Karakter sang tokoh juga mudah berganti-ganti, mencla-mencle sehingga terasakan aneh sekali.

Begitu banyak episode-episode terjadi secara acak, bertabrakan dan tanpa alur. Bayangkan, begitu masih seringnya fragmen-fragmen keputusasaan, emosional, kekerasan & kemalasan juga kegembiraan & kesedihan, terjadi silih berganti dan sering tanpa alasan yang berarti.

Padahal, saya juga tahu pasti, bahwa watak pembaca adalah akan suka kepada cerita-cerita petualangan yang penuh perjuangan, karakter pelaku yang positip kuat, pemberani, tidak mudah putus asa, tidak emosional, dan lain sebagainya. Karakter lain adalah mudah menolong, periang, di samping cerdas & kreatif, walaupun juga tidak harus selalu menjadi tokoh pahlawan.

Duh Gusti,... andai saja,....
Menjadi cerpen saja tidak menarik, mungkinkah catatan saya yang sesungguhya juga akan menarik bagi Sang Pembaca yang sesungguhnya?

Ya Alloh, maafkan dan ampuni kami,
kami sadar kami belum optimal
kami masih harus terus belajar & berbenah
berpacu dengan datangnya panggilanMu
berpacu dengan saat-saat kami harus menghadapMu


Salam Membangun Cerpen Diri
Hendra

1 Comments:

At 9:31 AM, Anonymous Anonymous said...

ini dykall ?? rambutnya panjang2 sekarang yach... krn abi-nya telat bawa ke tukang cukur ya...he..he

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home