Wednesday, January 25, 2006

Seringnya, Kita itu Nakal

Dear all,....

Ada salah satu prinsip dalam budaya kerja di perusahaan tempat saya bekerja, yaitu 'start from the end'. Maksudnya sederhana saja, mungkin kita semua juga sudah paham, bahwa segala langkah pertama, langkah kedua, ketiga dst ....
haruslah sesuai dengan goal akhir (main goal) yang akan dituju.Kita harus punya main goal. Dalam islam, main goal yang relevan adalah manjadi hamba Alloh yg diridloiNYA, atau lebih tepatnya adalah kita ridlo kepada ALLOH dan DIA pun ridlo kepada kita.

Sementara goal-goal turunan sudah tentu sangatlah banyak. Bisa jadi akan sulit dibatasi, bergantung kepada hasrat & kreatifitas yang bersangkutan. Akan tetapi, .... ada satu prinsip pokok yang wajib diikuti, yaitu goal turunan harus sejalan dengan main goal. Tak ada sedikitpun ruang untuk menyimpang.

Di sisi lain, .....
Bahwa setiap manusia adalah sudah tercipta sangat unik dengan segala keunikannya. Masing-masing dibekaliNYA modal dasar & potensi-bakat yang unik. Masing-masing dihadapkanNYA terhadap tantangan-tantangan yang khusus. Masing-masing juga dikaruniai peluang & kesempatan yang saling berbeda. Tidak ada dua saja manusia yang betul-betul sama atau serupa. Kesemuanya itu dihadirkan Alloh dengan planning & perhitungan yang super canggih.

Untungnya, .....
Atas keMaha-Adilan Alloh SWT,
penilaian Alloh SWT berbasiskan kualitas proses, bukan semata-mata hasil. O
leh karenanya, nilai manusia dihadapanNYA sangat bergantung kepada
seberapa tinggi tingkat optimalisasi atas 'titipan-titipan' di atas tadi. Optimalisasi berarti berkait dengan efisiensi & efektifitas. Siapa yang mampu efisien dalam pengelolaan 'titipan'nya maka nilainya pun juga tinggi, demikian juga dengan efektifitas.

Secara umum, kegagalan manusia di mata Alloh dikarenakan :
.... main goal tidak sesuai dengan main goal versi Alloh.
.... kurang mengenal diri apalagi paham atau mengerti.
.... kurang mengenal ramuan & tatacara (manual book) yang sudah dibikin Alloh.

Padahal, kalau mau jujur, untuk paham hal-hal di atas, tidak lagi dibutuhkan kemampuan berpikir yang tinggi. Kita yakin, bahwa aturan main Alloh dibuat pastilah dengan sangat simple bahkan paling simple, karena pasti ditimbang bahwa sebisa mungkin semua orang akan mudah untuk memahaminya.

Sama seperti ilmu-ilmu lain, misalnya pengelolaan keuangan keluarga, seni berinvestasi, dll, hampir pasti pakar terkait berpendapat bahwa bukanlah tatacaranya yang sulit. Dunia marketing & sales pun kenal betul, bukan juga segmentasi customer atau cara berjualan yang tersulit. Sejarah perjuangan kemerdekaan kita pun demikian, bukanlah alat perang yang super canggih yang telah membawa kita ke alam kemerdekaan saat ini.

Yang tersulit adalah memaksimalkan diri. T
erlalu sering kita bermain di level 'sekedar' atau sedang-sedang saja. I
tu baru yang berkaitan dengan diri sendiri. Belum lagi kita menjajal alam sinergi, yang pasti jauh lebih sulit. Orang bilang, sinergi itu laksana mutiara, semua mencari tapi sulit diperolehnya.

Kalau rasul pernah bilang, bahwa jihad terbesar adalah memerangi diri, dalam iklim kompetisi saat ini pun, hampir semua pelaku sepakat demikian, bahwa sejatinya no other enemies, but ourselves.

Gde prama pernah menulis dalam salah satu artikelnya,
sejatinya hidup itu mudah,
kitalah yang menjadikannnya sulit


Silahkan kita berhitung,.....
Seberapa mahal biaya untuk hidup sehat, sejahtera atau bahagia? Sementara, Tuhan pastilah sudah menyertakan alternatif-alternatif yang mudah & murah.
Nakalnya kita, seringkali kita justru memilih yang lain.....

Salam Menyentil Diri,
Hendra



1 Comments:

At 9:28 AM, Blogger titok said...

hi...ini fotonya Galih ??
wajahnya kok mirip joshua...

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home