Dan Belajar Itu Adalah .... [2]
Mengapa Kita Harus Belajar
Tuhan Alloh SWT, telah menetapkan kita sebagai makhluk pembelajar. Kita adalah makhluk yang dicipta dalam banyak ketidak_tahuan (laa ya'lamuun), terutama pada awalnya. Tidak sulit kita memahami ini tentunya. Kita sudah menyaksikan, saat bayi kita terlahir dari perut istri kita tercinta, hampir ia tidak bisa berbuat apapun kecuali menangis. Sangat berbeda dengan binatang bahkan, di mana tidak sedikit bianatang yang seketika langsung mampu untuk menghidupi dirinya begitu ia terlahir. Sementara bayi kita, sekedar berucap saja harus menunggu lebih dari usia 1 tahun.
Itulah Rencana Alloh. Sekalipun seorang bayi terlahir lebih bodoh dari binatang, tapi Alloh menyertakan bekal-bekal lain yang lebih dari yang dimiliki oleh para binatang. Kita tidak saja dibekali jasad dan insting, akan tetapi juga ruh dan jiwa. Kita akan menjadi paham mana hal yang baik dan mana hal yang buruk. Kita mampu berfikir tidak sekedar untuk kepentingan diri sendiri, tapi lebih luas untuk kemaslahatan orang lain, untuk kemaslahatan alam termasuk demi keridloan Alloh SWT.
Binatang tercipta dengan misinya, sekedar sebagai pelengkap karunia Alloh buat para manusia. Sekedar tumbuh membesar, berkembang biak dan menjalani insting kebinatangannya sudahlah cukup. Sehingga wajarlah kalau bekal yang diterimanya pun sangat terbatas, dibandingkan dengan bekal manusia.
Buat kita, Alloh telah mengamanatkan visi : rahmatan lil 'alamiin dan misi : pengelola bumi (khalifatullah fil ardhi). Alloh membekali kita dengan segala yang ada di muka bumi ini, diri kita dan lingkungan kita. Alloh pun menciptakan sebuah the guidance, berupa Al Qur'an. Alloh menghadirkan seorang mentor terbaik Rasulullah SAW. Beliau meninggalkan jejak luhurnya, melalui suri ketauladanan dan kesunnahannya.
Manusia terlahir sebagai makhluk yang lemah, tanpa daya. Bagaimana mungkin makhluk yang lemah akan mampu mewujudkan visi dan misi yang sebegitu tinggi? Jawabannya sangat jelas, bahwa kita harus ber_evolusi atau kalau perlu ber_revolusi sehingga menjadi makhluk yang kuat. Kekuatan kita haruslah mencakup kepada semua sisi : jasad, ruh dan jiwa. Kesemuanya haruslah balance.
Nah bagaimana agar kekuatan itu bisa terwujud?
Ya dengan belajar, belajar dan terus belajar. Dengan melakukan segala step-step pembelajaran yang hampir secara keseluruhan sudah disiapkan oleh Alloh tadi. Semua sudah tersedia dan pasti tersertai kemudahan pengaksesannya. Kegiatan ini harus dilakukan selama hayat masih dikandung badan, dari ayunan hingga finish di liang lahat.
Salam Terus Ber_Belajar



0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home