Thursday, March 16, 2006

BERUBAH Ala Power Ranger

Perubahan adalah keniscayaan. Perubahan adalah abadi sepanjang kehidupan fana ini masih berputar. Wong namanya saja ‘dunia yang fana’, pastilah penuh dengan aneka warna perubahan. Perubahan akan terjadi oleh dua kemungkinan sebab, pertama adalah karena upaya mandiri atau kedua, adalah karena pengaruh kekuatan luar. Perubahan adalah pilihan tunggal. Tidak ada option lain, karena inilah salah satu watak kehidupan yang telah diciptakan Tuhan. Siapa yang enggan untuk berubah, pastilah akan diubah oleh kekuatan lain. That’s sunatullah.

Berubah dan merubah adalah misi suci diciptaknNYA makhluk termulia, yakni kita semua ini. BERUBAH lebih banyak menghadap ‘ke dalam’, sementara MERUBAH adalah sebaliknya, yaitu ‘ke luar’. Dua-duanya saling terkait bak dua sisi mata uang. Tuhan menginginkan bahwa kehidupan dunia berjalan makin sempurna. Dalam tulisan saya terdahulu, desain asli kehidupan adalah sebuah perjalanan membangun gradien/slope positip. Sebuah tugas, apalagi tugas suci dan mulia, selalu membutuhkan energi dan bekal perjalanan yang cukup.

Tugas BERUBAH & MERUBAH mungkin akan tidak semudah kisah Power Ranger. Power Ranger hampir selalu menang atau beruntung menang dengan sebegitu mudahnya. Cukup angkat tangan kiri, lihat jam sakti dan mengucap ‘berubah’, maka dengan sendirinya berubahlah menjadi sosok penuh energi dan kemampuan luar biasa yang siap melawan segala kemurkaan para monster raksasa.

Beruntung memang para Power Ranger itu, mereka sudah didesain dengan default bekal awal yang sangat dahsyat. Ada jam sakti, ada penolong ‘dappe’ atau Ninja Man dan sebuah garis rejeki keberuntungan yang hampir pasti. Satu-satunya usaha mandiri menciptakan energi perubahan adalah kemampuan mengucap ‘berubah’ dan ‘bergabung’ secara lantang dan bersemangat.

Mungkinkah kita menciptakan sebuah perubahan semudah kisah Power Ranger?

Kita coba urai satu persatu bekal awal para Power Ranger tadi. Pertama adalah kekuatan jam sakti. Sebuah benda yang siap berkomunikasi dengan sosok manusia biasa pemilik, kapan pun dan siap mewujudkannya menjadi sesosok Power Ranger. Walaupun belum pernah ditampilkan, hampir pasti bahwa kekuatan jam sakti akan bekerja pada kondisi ‘demi keselamatan bumi dari penguasaan makhluk monster yang jahat’.

Kedua, adalah penolong Dappe atau Ninja Man. Sang penolong selalu menempatkan dirinya secara tepat dan bijaksana. Hampir tidak pernah salah sikap dengan memanjakan para Power Ranger sehingga hanya muncul di saat-saat tidak ada kekuatan penyelamat lain. Sang penolong selalu mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Power Ranger. Sesekali muncul sekedar mengingatkan atau memberi semangat. Pada saat para Power Ranger di ambang kritis kekalahan, sementara mereka sudah cukup optimal melawan, maka sang penolong akan turun sendiri untuk mengalahkan para monster jahat. Tidak ada pertimbangan lain, bahwa bumi harus diselamatkan dan di sisi lain, para penegak kebenaran pun tidak boleh dibiarkan mati atau hilang.

Ketiga, adalah garis keberuntungan. Sang sutradara film Power Ranger, telah menetapkan bahwa Power Ranger tidak akan pernah kalah telak hingga harus terhilang dari muka bumi sebagai sosok penyelamat. Kondisi terburuk yang mungkin muncul adalah Team Power Ranger akan berada dalam posisi terdesak, habis energi, tidak ada alternative penyelamatan dan seolah sudah berada di ambang kematian. Akan tetapi, setelah itu akan segera datang sang penolong, dan segera juga untuk membereskan para monster durjana sehingga terselamatkanlah bumi dan Team Power Ranger. Selalu ada happy ending.

Rekans,…

Sepintas ketiga hal itu seolah tidak kita miliki. Kita tidak memiliki jam sakti, penolong Dappe atau sebuah garis keberuntungan yang pasti. Akan tetapi,… kalau kita coba kias dan analogikan secara sedikit lebih teliti, kita akan tersadarkan bahwa kita memilikinya jauh lebih dahsyat dari ketiga modal dasar para Power Ranger di atas. Kita memiliki hati nurani, lebih dari sekedar jam sakti. Kita memiliki Tuhan, yang jelas takkan terbandingkan hanya dengan sesosok Dappe atau Ninja Man. Terakhir, kita pun yakin akan pernyataan Tuhan, bahwa kita selalu dan akan selalu beruntung.

Kita sepakat, bahwa Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah berbuat dzaliim kepada makhlukNYA. Ini berarti, desain Tuhan atas kita pun demikian. Kita selalu dan akan selalu diposisikan beruntung. Walaupun memang, …. bahwa keberuntungan kita itu bukanlah sebuah keberuntungan given tanpa upaya. Tuhan menetapkan, bahwa DIA tidak akan merestui munculnya sebuah perubahan (=baca keberuntungan) bagi siapapun tanpa adanya upaya yang maksimal dari yang bersangkutan.

Dengan modal dasar yang lebih dahsyat, mestinya akan tercipta proses dan hasil yang juga lebih dahsyat. Lalu mengapa hasil yang kita capai belumlah sedahsyat hasil perjuangan para Power Ranger?

Jawabnya adalah kita kalah semangat saat kita ‘mengucap’ BERUBAH dan BERGABUNG. Power Ranger dengan totalitas kemampuan dan pengorbanannya, mampu mengucap dua hal itu secara lantang berenergi, bersemangat dan sekaligus mampu mendrive diri dan team. Bisa jadi, ada syarat-syarat tersebut yang selama ini terlewatkan dalam langkah gerak-gerik perubahan kita. Pembelajaran diri [=BERUBAH] dan Bersinergi [=BERGABUNG] adalah kunci yang akan sangat menentukan hasil perubahan yang kita inginkan.

…………….

Perjalanan diri dan keluarga menuju performance terbaik, sakinah mawaddah wa rahmah, pun tak lepas dari keharusan menjalani proses BERUBAH & MERUBAH secara tepat dan optimal. Anggaplah keluarga adalah sebuah Team Power Ranger. Semua anggota keluarga adalah laksana para Power Ranger. Sang kepala keluarga adalah The Leader, The Red Ranger. The Leader, seharusnya mampu menginspirasi_i, menyemangati, mendorong dan menggerakkan para anggotanya, sehingga masing-masing akan mampu bersuara ‘BERUBAH’ dengan penuh lantang, berenergi dan bersemangat. Selanjutnya adalah mewujudkan sinergi dengan suara yang tidak kalah lantang, ‘BERGABUNG’.

Albert Einstein memiliki prinsip 10 % INSPIRASI – 90% KERJA KERAS & CERDAS. Ini berarti, bahwa kekuatan kontribusi sebuah inspirasi hanya barulah 10%, sisanya adalah kerja keras dan cerdas dalam rangka mencapai realisasi ini. Inspirasi hampir tidak bermakna tanpa kerja keras dan cerdas tersebut.

Andai berubah saja kita gagal, apa kata anak-anak kecil kita. Setahu mereka, berubah itu guammpang buaanngeeett. Tinggal ANGKAT TANGAN KIRI, LIHAT & FOKUSKAN PADA JAM SAKTI LALU SUARAKAN DENGAN LANTANG ‘BERUBAH’, terakhir SUARAKAN DENGAN LANTANG PULA ‘BERGABUNG’.

Salam Berubah & Bergabung
Hendras

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home