Kluruk Tanpo Melung
Kluruk adalah aktifitas utama khas si ayam jago. Di mana ada ayam jago, hampir selalu akan terdengar kluruk tersebut. Sang jago ini memang sering menggunakan kluruknya untuk banyak keperluan. Klurukan di satu sisi, bisa diartikan sebagai pernyataan narsis ‘It’s Me, I’m The Best’, sebagai tantangan kepada jago lain atau juga sekaligus sebagai ancaman atau warning. Di sisi lain, ada juga klurukan luhur si jago tersebut.
Kluruk adalah Voice of Victory. Kapan sang jago merasakan adanya hal lebih pada dirinya, maka saat itulah dia harus sampaikan hal tersebut kepada khalayak. Klurukan bisa juga bermakna Voice of Care. Dulu, di saat belum ada mesin pembangun tidur, maka kluruk sang jago adalah satu-satunya sinyal tersebut di kala pagi hari segera menjelang. Di kesempatan lain, saat sang jago menemukan banyak makanan, maka terkadang dia akan kluruk disertai suara panggilan lain untuk memberitahukan hal tersebut.
Kluruk sebagai Voice of Victory nampaknya lebih dominan. Faktor kemenangan sebagai penyebab kluruk sang jago bisa bersifat langsung ataupun tidak langsung. Di setiap adu ayam jago, ketika si pemenang berhasil mengalahkan lawannya, maka dia pun berkluruklah. Sementara bagi si kalah, jangankan kluruk, tubuhnya saja seolah mingkup mengecil dan biasanya segera berlari kencang menghindar dari lawan dan khalayak.
Dalam kemenangan tak langsungnya, bisa kita jumpai saat ada seekor ayam jago yang merasa unggul atas jago lainnya di depan ayam betina yang sedang diperebutkan. Terkadang seperti tanpa pertimbangan bahwa keunggulan tersebut signifikan atau tidak. Olehnya, tidak mustahil, kita bisa menemukan si jago dewasa kluruk bangga hanya karena keunggulan atas jago kecil atau jago ABG. Tapi begitulah binatang, ….
Kalau kluruk sang jago adalah begitu adanya. Banyak variasi nada dan lagu atas klurukan tersebut bergantung kepada jenis atau ras ayam jagonya. Namun, tahukah kita bahwasannya para manusia pun juga melakukannya?
Lain sang jago lain pula kita, sang insan. Kita memang ditakdirkan sebagai makhluk termulia, walaupun sering tidak mampu menampakkan sisi-sisi kemuliaan tersebut. Manusia sebagai makhluk termulia adalah baru sekedar potensi yang memang telah dilimpahkanNYA. Namun, namanya juga potensi, tanpa aksi yang tepat potensi tersebut tak akan pernah mewujud. Bisa jadi, jika salah aksi yang mewujud adalah potensi sebaliknya.
Klurukan manusia memiliki bentuk yang lebih beragam. Seperti kluruk sang jago, klurukan manusia pun beragam fungsi dan tujuan, bahkan lebih banyak. Sebagai Voice of Victory, bentuknya bahkan bisa fisik ataupun non fisik. Kita mengenal symbol kesuksesan yang hampir tak terhitung banyaknya. Dari yang bersifat fisik kita mengenal diantaranya rumah, kendaraan, sandang, atau aksesoris hidup. Sementara yang non fisik, kita juga mengetahuinya, antara lain gelar, sebutan, atau jabatan.
Kalau kluruk sang jago lebih dominan sebagai Voice of Victory, sepertinya juga sama hal tersebut untuk manusia. Voice of Care, meski tidak ditinggalkan namun sering kalah massive tinimbang upaya pamernya. Memang banyak orang yang peduli, tapi jauh lebih banyak lagi yang tidak. Tidak sedikit orang yang berjiwa dermawan, pejuang dan penolong, namun seberapa banyak sih dibandingkan dengan yang belum memilikinya?
Di sinilah, sebuah esensi bahwa Kluruk Tidak Perlu Melung. Melung adalah nada yang panjang dan keras. Istilah ini saya ambil dari sebutan kluruk buat ayam jago dari jenis ras ayam pelung. Klurukan ayam tersebut memang sangat panjang dan keras. Kluruk sebagai Voice of Care mestinya tidak klop andai disuarakan dengan cara melung. Yang pas adalah suara pelan, lemah lembut, sopan dan menghindarkan dari pilihan kata yang tidak produktif.
Kluruk Gak Nganggo Melung, bisa juga diartikan sebagai sebuah harapan kita atas diri kita sendiri,…. semoga ke depan kita mampu lebih banyak kluruk yang demikian. Semoga kita lebih mengedepankan kepedulian sekaligus mengeliminasi suara-suara pembagaan diri. Sangat sulit itu sudah pasti. Namun seberapa serius dan seberapa keras kita mencobanya, itulah persembahan terbaik yang mampu kita hadirkan. Alloh pun Maha Mengetahui. ##



0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home