Saturday, March 17, 2007

Tikuspun Bisa Ngebuka Kaleng

Siapa tak kenal tikus? Ya, sebegitu populernya dia itu di tengah-tengah kehidupan kita. Di rumah, di kebun, di lorong-lorong parit atau di sawah tidak sulit kita untuk menjumpainya. Para bapak tani sudah tidak terhitung lagi, berapa banyak dibuatnya kesal karena panen yang sudah digadhang-gadhang jauh-jauh hari akhirnya harus gagal dan beroleh kerugian.

Para ibu rumah tangga pun tidak kalah sedihnya. Akibat ulah para tikus itu, tidak sedikit perabotan yang rusak, baju-baju yang menjadi bolong, bahan makanan yang terkoyak atau sekedar hirupan tidak enak dari aroma tikus cecurut. Si adik kecil terkadang juga menjadi menangis tak henti-hentinya, juga karena ulah si tikus. Mainan kesayangannya sedikit rusak atau tergores.

Kabel telepon di rumah terputus. Kabel listrik terkelupas hingga menimbulkan korsletting dan breakerpun menjadi jatuh, anjlok atau oglangan. Sekat bilik bambu pada gudang padi di rumah orang tua saya pun tidak luput dari kreatifitas pembolongan makhluk kecil ini.

Ada lagi kreatifitas tikus yang lain di kantor saya. Si tikus itu ternyata juga mampu membuka tutup kaleng roti. Kebetulan ada dua kaleng berbentu tabung jenis Monde Bourbon. Di tiap pagi hari kita masuk ke ruangan, hampir bisa dipastikan, tutup kaleng sudah terbuka dan terpisah dari badannya. Kalau kebetulan kaleng tersebut ada isi sebelumnya, maka biasanya juga habis.

Sering saya ngerasa bingung membayangkan, priye carane tikus-tikus tersebut ngebuka kaleng? Dengan satu tangan saja, sekalipun bisa dilakukan, saya merasa sulit kok. Membuka kaleng dengan model tutup yang ngangkangi badan jelas sulit kalau hanya dengan satu tangan. Lain kalau model tutupnya itu adalah yang seperti kaleng Khong Guan yang kotak itu. Satu tangan saja masih mudah, karena tangan kita bisa berfungsi sempurna sebagai pengungkit. Ada tutup yang akan kita ungkit dan ada bantalan pengungkit, yaitu sisi pinggir kaleng tersebut.

Hingga saat ini, saya belum pernah menyaksikan langsung mereka para tikus melakukan aksi hebatnya itu. Mungkin juga memang sulit terwujudkan keinginan saya ini. Sendirikah atau berjamaah bersama kawan-kawan lainnya. Andai saja dilakukan sendiri, bukan main itu kehebatan si tikus. Andai juga dilakukan secara berjamaah, ini pun tidak kalah hebatnya. Jauh lebih hebat bahkan, karena terjadi synergy. Dan kita tahu, synergy hanya mungkin terwujudkan oleh pribadi-pribadi yang unggul. Yang pasti keheranan saya atas kreatifitas hebat sang tikus belum juga terjawab.

Lain tikus lain lagi nih cerita para kucing di sekitar rumah saya. Bukan cerita seru kucing mengejar para tikus kreatif tadi layaknya Tom & Jerry. Ceritanya adalah tentang kreatifitas kucing dalam memulung sisa-sisa makanan di kantong-kantong sampah.

Sudah menjadi kebiasaan warga di perumahan kami, Villa Damai Permai Balikpapan, selepas maghrib maka masing-masing rumah akan mengeluarkan tuh sampah-sampah rumahannya selama seharian. Dengan dibungkus tas kresek, sebagian ditempatkan di bak sampah, sebagian dicantolkan ke pagar atau batang pohon. Kurang rapih memang. Tapi sementara gak papalah, wong sebentar juga sudah diambil sama Mang Udin kok.

Nah, cerita kreatifitas kucing ya di sini ini. Dalam upaya keras mereka mencari sisa-sisa makanan yang mungkin ada dalam bungkusan sampah, para kucing tersebut mampu menunjukkan kehebatannya. Kepada bungkusan sampah yang tersimpan di bak sampah, mereka mampu ngebuka tutupnya padahal tutup yang terbuat dari lembaran kayu juga tidak ringan. Pencarian pada bungkusan sampah yang tercantol di pagar, mereka pun berhasil meniti ujung-ujung kawat kecil dan akhirnya mengoyak tas kresek pembungkus sampahnya. Alhasil, sampah pun terhambur dan mereka pun memulung lalu menikmatinya.

Cerita kreatifitas tikus dan kucing di atas kiranya patut kita pelajari dan renungkan. Mereka telah mengingatkan kembali akan hal-hal yang mungkin terlupakan. Mereka memberikan kita contoh nyata, bahwa kesungguhan yang maksimal pastilah akan menuai hasil terbaik. Mereka seolah paham benar akan filosofi bahwa batu pun akan bolong oleh tetesan air yang terus-menerus.

Berulang kali kita membaca, mendengar atau bahkan menulis tentang pemberdayaan atau optimalisasi diri. Namun, untuk kesekian kali pula kita masih saja lupa, dan masih saja mengambil posisi yang sekedar atau sedang-sedang saja. Di sisi lain, kita juga tahu, ada lho potensi khas kita yang sangat hebat. Betulkah? Wallohu A’lam,, ##

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home