<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360</id><updated>2009-09-23T18:27:50.936+08:00</updated><title type='text'>Oase Sang Pembelajar</title><subtitle type='html'>Hidup adalah tumbuh_kembang. Hidup haruslah identik dengan perubahan membaik. Perubahan sendiri, tak akan pernah ada tanpa aktifitas pembelajaran.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-5641283836235351884</id><published>2007-09-07T17:18:00.000+08:00</published><updated>2007-09-07T17:32:05.583+08:00</updated><title type='text'>Demi HP, Gaji 2 Bulan Pertama Diikhlaskan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mbak Nia, PRT di rumah saya 2 minggu lalu ijin berlibur bulanannya. Biasanya cukup 2 hari, kali itu minta tambahan 1 hari. Pasalnya, dia mau membeli HP. Dia telah mengumpulkan gaji selama 2 bulan pertama, dan menurut perhitungannya sudah mencukupi untuk sebuah HP. Dia memang mau membeli HP dengan harga berkisar 600 ribu rupiah. Dengan gaji 500 ribu perbulan, gaji 2 bulan telah lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ketika Mbak Nia kembali dari liburnya, dia pun memperlihatkan HP barunya. Merek NOKIA, harga 600 ribu rupiah sudah termasuk kartu perdana AS. Kini, mbak Nia memiliki mainan baru, sebuah alat komunikasi HP yang juga dilengkapi dengan fasilitas radio. Jadi disamping untuk bertelepon ria, lebih sering bahkan difungsikan sebagai pesawat radio. Lagu-lagu kesukaan dari radio favoritnya pun hamper jarang terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal lalu terlintas di benakku. Ternyata, kehidupan &lt;strong&gt;di jaman sekarang, variansi kebutuhan menjadi sangatlah banyak&lt;/strong&gt;. Kalau dulu, saya mengenal kebutuhan pokok hanyalah mencakup pangan, sandang dan papan. Ketiga kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer, di mana tanpa pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut niscaya kehidupan yang bersangkutan akan kacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu, kebutuhan pangan dianggap belum terpenuhi manakala tidak ada makanan sesuatupun yang bisa dimakan. Andai saja masih ada nasi dan garam, bahkan masih dianggap lumayan. Anggaplah bahwa kebutuhan pangannya terpenuhi 70%. Saya sendiri pernah mengalami masa-masa sulit ketika masih dibangku SD, sekitar awal tahun 80-an. Untuk menghemat nasi, secara periodic biyung saya menjadualkan sarapan dengan menu non nasi. Antara sego jagung, gethuk gedang dan inthil dipergilirkan terutama di saat musim paceklik tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan sandang, tak kalah serunya dengan pangan. Saya masih ingat, ketika kecil dulu, saat tiba hari lebaran adalah saat yang teramat istimewa. Ketika itulah, satu-satunya kesempatan buat kami memperoleh baju baru. Tapi jangan kira, bahwa baju baru tersebut diperuntukan buat berlebaran. Bapak saya membelikan kami baju seragam sekolah. Atas baju putih, dan bawah disesuaikan dengan seragam masing-masing yang ketika itu belum diatur oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi papan sebagai tempat berteduh, betul-betul hanya memenuhi fungsi paling dasar. Rumah ortu kami, adalah rumah khas desa. Berdinding papan dan anyaman bamboo. Atapnya sudah lumayan, ada genteng soka, seng dan anyaman daun rumbia saling melengkapi. Lantai kami adalah tanah yang dipadatkan. Cukup sering ortu kami menyiramnya, terutama jika sudah muncul debu-debu berterbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, ortu kami dengan 8 anak, memang mebutuhkan biaya yang tidak kecil untuk biaya sekolah. Terlebih lagi, karena di desa kami bahkan hingga kota kecamatan belum ada sekolah SMP apalagi SMA. Konsekuensinya, kami semua harus kos. Penghasilan ortu kami sebagai petani dan peternak, alhamdulillah mencukupi. Meski banyak hal harus dikorbankan, seperti halnya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan primer di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke PRT di rumah saya. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Memprioritaskan HP di atas kebutuhan lainnya, tidak juga bisa disalahkan. Inilah jamannya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Kebutuhan primer menurut persepsi kebanyakan orang sekarang telah sangat berbeda dengan persepsi jamannya ortu kami. Dalam hal pangan, sandang dan papan, criteria minimal yang dianggap layak juga sudah sedemikian jauh. Selera, favoritisme, gaya hidup, model dan kualitas sudah menjadi pegangan umum. Tak mengherankan, jika tidak sedikit yang untuk memenuhi petimbangan-pertimbangan tersebut, akhirnya harus terjerat hutang. Inipun juga bagian dari jamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh berat menjalani kehidupan jaman sekarang. Tuntutan, tantangan dan godaan semakin banyak. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Banyak uang saja jelas tidak cukup, apalagi sedikit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Harus juga kuat mental dan kuat spiritual. Dua hal terakhir bisa jadi lebih menyelesaikan, ketimbang hanya berbekal materi yang melimpah. Sayangnya, kedua hal tersebut, kini pun menjadi sesuatu yang semakin sulit digapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ya Alloh, ampuni kami atas segala kekurangan kami.&lt;br /&gt;Kiranya Engkau berkenan menguatkan kami, sehingga perjalanan di sisa-sisa umur kami dapat kami lampaui sesuai garis-garis syariatMu.&lt;br /&gt;Amien, amien Ya Robbal ‘Alamien.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-5641283836235351884?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/5641283836235351884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=5641283836235351884&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/5641283836235351884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/5641283836235351884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/09/demi-hp-gaji-2-bulan-pertama.html' title='Demi HP, Gaji 2 Bulan Pertama Diikhlaskan'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-998222656403715997</id><published>2007-03-27T11:36:00.000+08:00</published><updated>2007-03-27T11:55:59.620+08:00</updated><title type='text'>Sayang Anak Versi Begawan Wisrawa (2)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sayang anak adalah sebuah aktifitas paripurna menyayangi anak dengan dimensi kini-esok, dunia-akhirat dan lahir-bathin. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sayang anak terkadang harus mewujud sebagai ‘penderitaan’ anak, berkekurangan dan berpeluh keringat.&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;Tidak salah bahkan, seandainyapun mereka harus kecewa, menangis, merasakan gagal dan jatuh bangun dalam mencapai keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sayang anak berarti juga sebuah perjalanan panjang.&lt;/strong&gt; Main Goal atau sasaran utamanya justru bukanlah output hari ini atau besok pagi. Main goalnya adalah performance terbaik anak-anak ketika mereka menghadapNYA kembali kelak. Kita tetntu sangat menginginkan, mereka mampu menemuiNYA kelak dalam keadaan ridlo kepadaNYA dan DIA pun ridlo atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, &lt;strong&gt;tujuan besar hampir selalu identik dengan pengorbanan besar.&lt;/strong&gt; Pengorbanan besar ini meliputi materi, waktu, pikiran, emosi, kesabaran dan bahkan keimanan. Pengorbanan-pengorbanan tersebut harus ditanggung oleh semua pihak terkait, seperti orang tua, anak-anak, keluarga besar, masyarakat dan pihak lain. Hanya saja, yang paling dominant adalah orang tua dan anak-anak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede Prama pernah bertutur dengan apik tentang peran penting sebuah kegagalan, kekalahan, kemiskinan, keberkekurangan, tentang kesederhanaan termasuk hikmah datangnya kematian. Beliau sampaikan, lewat pintu-pintu inilah justru kita diajak masuk gerbangnya keindahan, kebahagiaan, kebaikan dan kesempurnaan kehidupan. Beliau juga menambahkan, &lt;strong&gt;pintu-pintu kemenangan, keberlebihan atau kekayaan seringkali sangat tidak mampu untuk tugas yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada kisah Sang Begawan Wisrawa (BW), realitasnya dia telah salah mengaktualisasikan rasa sayang atas anaknya, Prabu Danapati (PD). &lt;strong&gt;BW terjebak dalam keputusan sesaat, pragmatis, instant (kini-dunia-lahir) dan sangat jauh dari dimensi-dimensi esok-akhirat-lahir&lt;/strong&gt;. Andaipun BW berhasil, memutuskan ‘menolong’ sang anak dengan cara instant adalah keputusan salah besar. Tindakannya, bukanlah aktualisasi sayang anak, tapi lebih tepat disebut sebagai penjerumusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di mana detil upaya penjerumusan anak yang dilakukan Begawan Wisrawa?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, BW gagal menanamkan nilai-nilai penting terkait dengan orientasi kehidupan.&lt;/strong&gt; BW gagal menanamkan Manajemen Prioritas, bahwa ada tingkatan-tingkatan urgensi dalam setiap aspek hidup ini. Mustinya, bagi PD seorang Dewi Sukesi (DS) adalah bukanlah segalanya. Kalaupun mau dijadikan sebagai sebuah goal, maka tetap dalam koridor proses yang bermartabat dan tidak menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, BW melakukan penyangkalan atas keyakinan dirinya.&lt;/strong&gt; Seorang BW pastilah mengetahui, bahwasannya keberadaan dirinya sebagai joki buat anaknya adalah kesalahan. BW pastilah mengerti sekali, bahwa PD mustinya berjuang dulu, entah dengan belajar kepada bapaknya atau merubah sasaran targetnya. Yang akhirnya terjadi, BW bahkan gagal juga mempertahankan integritas atas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, BW tidak mau melihat anaknya ‘sengsara’. &lt;/strong&gt;Keteguhan integritas BW luntur, lantaran keengganan melihat anaknya untuk kecewa, ditolak, gagal, bekerja keras atau sakit hati. Mustinya, semuanya itu disikapi sebagai bagian dari pengorbanan dari sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat, BW tidak mampu melakukan tindakan penyelamatan terakhir.&lt;/strong&gt;  Mustinya, BW berusaha ‘mensadarkan’ PD atas pilihannya kepada DS. Andai saja, BW mungkin merasa telah gagal atas proses pendidikan anaknya PD, tetap saja tidak boleh membalasnya dengan memberi ‘hadiah buruk’. Sungguh banyak hal demikian dilakukan oleh para orang tua hingga kini. Bentuknya bisa bermacam-macam, antara lain pemanjaan materi, cenderung permissive, menghilangkan pembebanan tanggung jawab atau bahkan bersedian menjadikan dirinya sebagai ‘babu’ atau budak bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak kita memang terlahir sebagai darah daging kita. Namun, mereka adalah mereka. Khalil Gibran menyitir, bahwa jiwa seorang anak adalah merdeka. Mereka terlahirkan dengan draft tujuanNYA yang tersendiri. &lt;strong&gt;Para orang tua hanyalah terwajibkan sebagai pihak yang paling berwajib atas pembimbingan para anak-anaknya menemukan dirinya itu.&lt;/strong&gt; Orang tua adalah sebagai special coach, main facilitator atau sebagai mentor utama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Penjerumusan anak secara terselubung, tidak saja merugikan sang anak tapi juga orang tua. Anak semakin tidak mensadari jalan salahnya. Orang tua bahkan bisa kehilangan martabat mulianya. &lt;strong&gt;Namanya juga penjerumusan, memang tidak ada pihak yang diuntungkan, kecuali makhluk laknatullah para syetan durjana itu.&lt;/strong&gt; Naudzubillahi min dzaalika,….&lt;/span&gt; ##&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-998222656403715997?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/998222656403715997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=998222656403715997&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/998222656403715997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/998222656403715997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/sayang-anak-versi-begawan-wisrawa-2.html' title='Sayang Anak Versi Begawan Wisrawa (2)'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-6188846123548212525</id><published>2007-03-27T11:31:00.000+08:00</published><updated>2007-03-27T11:35:58.742+08:00</updated><title type='text'>Sayang Anak Versi Begawan Wisrawa (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sepenggal episode dari cerita pewayangan Ramayana mengisahkan tentang jatuhnya Sang Begawan Wisrawa, Raja Negeri Lokapala yang bijak, bermartabat, adil dan mampu mensejahterakan rakyatnya. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hingga dirinya melengserkan diri dan lalu digantikan oleh Sang Putra Mahkota, Prabu Danapati, nyaris tidak ada cacat yang berarti.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Semua yang berkaitan dengan dirinya, maka hampir semuanya adalah kumpulan cerita indah kesuksesan seorang pemimpin, termasuk juga dimensi spirituilnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cerita kejatuhan sang Begawan justru berawal dari keinginan Sang Raja Muda yang berkeinginan untuk mempersunting Dewi Sukesi, seorang gadis jelita putri Raja Alengkadirja, Prabu Sumali. Wajar saja dan tidak mustahil, lha wong seorang raja menginginkan seorang putri raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sekian banyak persyaratan yang diminta pihak Alengkadirja, ada satu hal yang belum bisa dipenuhi oleh Raja Prabu Danapati. Permintaan tersebut adalah ‘transfer ilmu’ &lt;strong&gt;Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu&lt;/strong&gt; yang secara khusus diminta oleh Dewi Sukesi. Ilmu tersebut diyakininya dapat dipakai untuk menaklukkan nafsu angkaramurka para raksasa yang memang menguasai negeri Alengkadirja. Sebagai seorang putri raja, Dewi Sukesi berkeinginan membawa Negeri Alengkadirja lebih hebat di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang, Prabu Danapati tidak menguasai ilmu tersebut. Bahkan seantera negeri Lokapala ataupun Alengkadirja pun, hampir tidak ada yang menguasainya. Andaikan ada, Dewi Sukesi sangat berkenan untuk dipersuntingnya, siapapun dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, si penguasa ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu hanyalah Begawan Wisrawa. Sang Begawan memang menguasainya, tapi tentu tidak berminat untuk mempersunting Dewi Sukesi. Apalagi, track record dan maqom spirituilnya ketika itu juga cukup tinggi. &lt;strong&gt;Bisa dibilang, mustahil kalau Sang Begawan kok masih tertarik pada kenikmatan yang tidak abadi itu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kokohnya integritas Sang Begawan, sangat mungkin membangkitkan adrenalin para syetan penggoda. Tentunya, bagi syetan ‘&lt;strong&gt;positip’&lt;/strong&gt; kondisi seperti ini adalah sebuah tantangan yang menarik untuk coba ditaklukkan. Berputar otak mereka mencari jalan untuk menjatuhnkan Sang Begawan. Terakhir, mereka menemukan jalannya yaitu melalui anak Sang Begawan, Prabu Danapati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syetan mencoba mengusik ‘rasa sayang’ Sang Begawan atas kesulitan anaknya.&lt;/strong&gt; Prabu Danapati belum mampu memenuhi sebuah persyaratan yang tengah dinanti Dewi Sukesi, sementara satu-satunya solusi kini ada di tangan Sang Begawan. Syetan memang terlahir untuk menggoda, maka teruslah mereka menggoda dengan terus menajamkan strategi dan siasatnya. Target mereka, mampu menjebol pertahanan pertama Sang Begawan, sekedar mau menolong sang anak dengan mentransfer ilmunya ke Dewi Sukesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Begawan takluk di pertahanan pertama. Demi sang anak, Sang Begawan siap untuk mentransfer ilmunya. Toh sekedar mentransfer, tanpa ada hal-hal lain yang buruk begitu pikirnya. &lt;strong&gt;Benar-benar Sang Begawan hanya berpikir pendek, pragmatis, dan instant saja.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Momen penting transfer ‘knowledge’ pun datang. Karena Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu adalah high-tech, highscience maka diperlukan suasana khusus sehingga mudah focus. Transfer knowledge akhirnya disepakati dilakukan di ruang tertutup tanpa kehadiran wayang lain. Praktis hanya Sang Begawan dan Si Cantik Jelita, Dewi Suksesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara proses transfer knowledge berlangsung, para professional penggoda – syaetan mulai melancarkan aksi-aksi heboh berikutnya. Mereka mengerubuti sekaligus menghembuskan godaan-godaan maut baik kepada Sang Begawan ataupun Dewi Sukesi. &lt;strong&gt;ALkisah, godaan syetan tersebut pun akhirnya berhasil menaklukkan benteng pertahanan terdalam keduanya.&lt;/strong&gt; Sang Begawan dan Dewi Sukesi terlibat hubungan badan yang haram itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tergelincirnya kedua wayang tersebut, adalah awal sebuah huru-hara besar, yakni Perang Ramayana.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Hubungan haram mereka melahirkan bayi wayang berfisik raksasa penuh durjana, yaitu Rahwana atau Dasamuka. Kelak, bersama pengikut setianya Rahwana tersebut berhadapan dengan Prabu Rama beserta pengikutnya.  Keduanya mewakili symbol perlawanan antara keburukan dan kebaikan. ##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-6188846123548212525?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/6188846123548212525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=6188846123548212525&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6188846123548212525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6188846123548212525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/sayang-anak-versi-begawan-wisrawa-1.html' title='Sayang Anak Versi Begawan Wisrawa (1)'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-6770682358142197627</id><published>2007-03-24T21:43:00.000+08:00</published><updated>2007-03-27T11:54:40.654+08:00</updated><title type='text'>Kluruk Tanpo Melung</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Kluruk adalah aktifitas utama khas si ayam jago. Di mana ada ayam jago, hampir selalu akan terdengar kluruk tersebut. Sang jago ini memang sering menggunakan kluruknya untuk banyak keperluan. &lt;strong&gt;Klurukan di satu sisi, bisa diartikan sebagai pernyataan narsis ‘It’s Me, I’m The Best’, sebagai tantangan kepada jago lain atau juga sekaligus sebagai ancaman atau warning. &lt;/strong&gt;Di sisi lain, ada juga klurukan luhur si jago tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kluruk adalah Voice of Victory.&lt;/em&gt; Kapan sang jago merasakan adanya hal lebih pada dirinya, maka saat itulah dia harus sampaikan hal tersebut kepada khalayak. &lt;em&gt;Klurukan bisa juga bermakna Voice of Care.&lt;/em&gt; Dulu, di saat belum ada mesin pembangun tidur, maka kluruk sang jago adalah satu-satunya sinyal tersebut di kala pagi hari segera menjelang. Di kesempatan lain, saat sang jago menemukan banyak makanan, maka terkadang dia akan kluruk disertai suara panggilan lain untuk memberitahukan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kluruk sebagai Voice of Victory nampaknya lebih dominan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Faktor kemenangan sebagai penyebab kluruk sang jago bisa bersifat langsung ataupun tidak langsung. Di setiap adu ayam jago, ketika si pemenang berhasil mengalahkan lawannya, maka dia pun berkluruklah. Sementara bagi si kalah, jangankan kluruk, tubuhnya saja seolah mingkup mengecil dan biasanya segera berlari kencang menghindar dari lawan dan khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kemenangan tak langsungnya, bisa kita jumpai saat ada seekor ayam jago yang merasa unggul atas jago lainnya di depan ayam betina yang sedang diperebutkan. Terkadang seperti tanpa pertimbangan bahwa keunggulan tersebut signifikan atau tidak. Olehnya, tidak mustahil, kita bisa menemukan si jago dewasa kluruk bangga hanya karena keunggulan atas jago kecil atau jago ABG. Tapi begitulah binatang, ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kluruk sang jago adalah begitu adanya. Banyak variasi nada dan lagu atas klurukan tersebut bergantung kepada jenis atau ras ayam jagonya. &lt;strong&gt;Namun, tahukah kita bahwasannya para manusia pun juga melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lain sang jago lain pula kita, sang insan. Kita memang ditakdirkan sebagai makhluk termulia, walaupun sering tidak mampu menampakkan sisi-sisi kemuliaan tersebut. &lt;strong&gt;Manusia sebagai makhluk termulia adalah baru sekedar potensi yang memang telah dilimpahkanNYA. &lt;/strong&gt;Namun, namanya juga potensi, tanpa aksi yang tepat potensi tersebut tak akan pernah mewujud. Bisa jadi, jika salah aksi yang mewujud adalah potensi sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klurukan manusia memiliki bentuk yang lebih beragam. Seperti kluruk sang jago, klurukan manusia pun beragam fungsi dan tujuan, bahkan lebih banyak. Sebagai Voice of Victory, bentuknya bahkan bisa fisik ataupun non fisik. &lt;strong&gt;Kita mengenal symbol kesuksesan yang hampir tak terhitung banyaknya&lt;/strong&gt;. Dari yang bersifat fisik kita mengenal diantaranya rumah, kendaraan, sandang, atau aksesoris hidup. Sementara yang non fisik, kita juga mengetahuinya, antara lain gelar, sebutan,  atau jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kluruk sang jago lebih dominan sebagai Voice of Victory, sepertinya juga sama hal tersebut untuk manusia. Voice of Care, meski tidak ditinggalkan namun sering kalah massive tinimbang upaya pamernya. Memang banyak orang yang peduli, tapi jauh lebih banyak lagi yang tidak. &lt;strong&gt;Tidak sedikit orang yang berjiwa dermawan, pejuang dan penolong,  namun seberapa banyak sih dibandingkan dengan yang belum memilikinya?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di sinilah, sebuah esensi bahwa Kluruk Tidak Perlu Melung.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Melung adalah nada yang panjang dan keras. Istilah ini saya ambil dari sebutan kluruk buat ayam jago dari jenis ras ayam pelung. Klurukan ayam tersebut memang sangat panjang dan keras. Kluruk sebagai Voice of Care mestinya tidak klop andai disuarakan dengan cara melung. Yang pas adalah suara pelan, lemah lembut, sopan dan menghindarkan dari pilihan kata yang tidak produktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Kluruk Gak Nganggo Melung, bisa juga diartikan sebagai sebuah harapan kita atas diri kita sendiri,….  semoga ke depan kita mampu lebih banyak kluruk yang demikian. &lt;strong&gt;Semoga kita lebih mengedepankan kepedulian sekaligus mengeliminasi suara-suara pembagaan diri. &lt;/strong&gt;Sangat sulit itu sudah pasti. Namun seberapa serius dan seberapa keras kita mencobanya, itulah persembahan terbaik yang mampu kita hadirkan. Alloh pun Maha Mengetahui. ##&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-6770682358142197627?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/6770682358142197627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=6770682358142197627&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6770682358142197627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6770682358142197627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/kluruk-tanpo-melung.html' title='Kluruk Tanpo Melung'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-8376076890760487801</id><published>2007-03-20T16:24:00.000+08:00</published><updated>2007-03-20T16:29:16.415+08:00</updated><title type='text'>Kekhawatiran Berlebih Ke Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Memiliki anak di era sekarang, selain sebuah tugas yang maha berat juga terlalu sering menghadirkan kekhawatiran yang teramat sangat. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat-saat ini, pengaruh negative lingkungan begitu dominan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Hampir-hampir sisi positip entah dari keluarga, sekolah dan lingkungan masjid tidak mampu mengimbanginya lagi. Keadaan ini makin diperpincang dengan hadirnya menu TV, menu radio dan  menu media massa yang banyak dieksploitasi oleh komoditi ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah tersentak kaget, bingung dan sedikit gemes akibat satu pertanyaan ‘&lt;em&gt;nakal’&lt;/em&gt; dari Dykall, anak sulungku yang baru beranjak 9 tahun. Kisahnya begini,…. Di suatu malam saat mengobrol berdua, Dykall menanyakan sesuatu hal. Dia bertanya, “ &lt;em&gt;Ayah, sebelum orang tua memiliki anak apa yang dilakukan&lt;/em&gt;?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mak deg rasaning atiku, …… Emosiku pun sedikit tersulut. Terbayang olehku, wah jangan-jangan anakku sudah ‘pintar’ yang terlampau jauh. Pikirku, masuk akal saja kalau hal ini terjadi, mengingat memang sudah sedemikian crowded inputan yang diterima Dykall itu. &lt;strong&gt;Sementara saya dan isteri memiliki sangat banyak keterbatasan untuk mampu tampil sebagai pembimbing yang baik.&lt;/strong&gt; Waktu terbatas, ilmu dan wawasan juga terbatas, apatah lagi kalau melihat sisi-sisi keteladanan, modal keimanan ataupun ketaqwaan. Paling-paling yang kadang diperbanyak adalah harapan dan do’a, smoga anak-anakku kelak menjadi pribadi yang sholeh dan sholihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencoba bersabar, meredam rasa kecewa dan marah, saya pun mencoba mencari-cari apa jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan ‘nakal’ tadi. Bayangan saya, saya harus mampu menjelaskan sebuah proses reproduksi manusia dengan mengedepankan moralitas agama. Lama masih belum juga terketemukan. Ternyata, memang tidak mudah untuk menemukan rangkaian kata-kata yang pas untuk konsumsi anak seumur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena lama menunggu, sementara belum juga keluar sebuah jawaban dari saya, Dykall pun mencoba memperjelas maksud pertanyaannya.&lt;br /&gt;“ &lt;em&gt;Maksudnya, apakah sebelum memiliki anak seseorang haruslah menikah. Dan sebelum menikah, maka seseorang tersebut juga harus bekerja terlebih dahulu. Apakah begitu Yah&lt;/em&gt;?” begitu dia menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MasyaAlloh, Astaghfirullah, Alhamdulillah,….&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau tadi Mak Deg, kini Mak Cesss rasaning atiku. Dykall ternyata menanyakan hal yang sangat bagus. Pertanyaan dua hal terpenting sebagai penyempurna proses pra reproduksi. Bekerja adalah penyiapan nafkah bagi tumbuh kembang anak-anak dan keluarga. Menikah adalah gerbang syar’i yang bisa mengubah sesuatu maksiat menjadi sebuah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Astaghfirullah&lt;/strong&gt;,…. Lho kok yaa saya tidak kepikiran hal yang seperti itu. Awakku kok malah kadung mikir sing ora-ora. &lt;strong&gt;Alhamdulillah&lt;/strong&gt;,…. Ternyata Dykall masih lurus, tapi sayalah yang khawatir berlebihan. Andaikan saja, saya tahu dan mampu berpikir secara proporsional lagi, mestinya Dykall tidak harus menunggu jawaban selama itu, terlebih jawaban tersebut juga tidak kunjung muncul juga hingga ia memperjelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Dykall, ayah tidak perlu mencari jawaban yang belum ketemu tadi itu. Terima kasih juga, karena pertanyaan penjelasmu juga sangat memudahkan jawaban yang harus ayah sampaikan kepadamu.&lt;br /&gt;Jawaban ayahmu adalah, “&lt;em&gt;Betul, …. Mamas sangat pintar dan kelak jika Mamas besar pun harus demikian. Bekerja dan Menikah. Sudah tentu, semuanya harus dipersiapkan dengan belajar, belajar dan belajar&lt;/em&gt;”. [Bpp, 20Maret2007] ##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-8376076890760487801?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/8376076890760487801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=8376076890760487801&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/8376076890760487801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/8376076890760487801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/kekhawatiran-berlebih-ke-anak.html' title='Kekhawatiran Berlebih Ke Anak'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-6534415247076578445</id><published>2007-03-20T16:20:00.000+08:00</published><updated>2007-03-20T16:24:30.893+08:00</updated><title type='text'>Sampah Non Fisik</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sampah, secara harfiah kurang lebih memiliki arti hasil samping sebuah proses produksi yang tidak bermanfaat. Secara kontekstual, &lt;strong&gt;sampah berarti sesuatu yang sudah tidak lagi berguna dan oleh karenanya layak untuk dicampakkan atau dibuang&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar kita, bahkan di dalam diri kita hampir selalu dijumpai banyak sampah, di manapun dan kapan pun. Secara fisik, tubuh kita memproduksi sampah dalam ukuran dan macam yang relative banyak. Coba kita hitung. Berapa mLiter keringat, air seni dan ludah yang kita keluarkan dalam sehari. Berapa mGram feses dan daki yang keluar dari tubuh kita per harinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di luar tubuh kita, berapa kGram sampah-sampah yang sudah kita hasilkan, yang terkadang masih tanpa disertai pembuangan yang benar. Di dalam rumah kita, sampah-sampah yang berasal dari limbah masakan, bungkus, imbas kegiatan kreatifitas anak-anak, debu, sisa-sisa makanan, barang-barang rumah tangga yang rusak, kotoran binatang, rumput-rumput tanaman yang kita potong dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari rumah kita, entah di jalanan, sekolah-sekolah, kantor-kantor, pusat aktifitas ekonomi, lapangan, pelabuhan, bandara, terminal hingga instansi-instansi yang terkait langsung dengan persampahan, juga memproduksi sampah dalam bilangan yang tidak sedikit. Singkat kata, hampir tidak ada tempat yang tidak bersampah. Semua berpotensi menghasilkan sampah, walaupun terdapat variasi macam dan volumenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ada sampah fisik, ada lagi sampah non fisik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Sampah non fisik, tentu tidak bisa terlihat oleh mata, tapi mudah dikenali. Sebagai contoh, kita mengenal dengan sangat familiar, apa itu sampah masyarakat. Ungkapan ini berkonotasi sangat dekat dengan sebutan bagi siapapun yang dalam hidupnya dominant hanya sebagai beban bagi masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengok sampah non fisik yang ada dalam diri kita juga tidak sulit. Sesuai dengan definisinya, sampah tersebut hadir dalam wujud yang sangat banyak. &lt;strong&gt;Perilaku, kebiasaan dan karakter yang negative dan cenderung merusak kemuliaan insaniyah, adalah sampah non fisik tersebut&lt;/strong&gt;. Seperti sampah fisik, sampah non fisik pun menimbulkan bau tak enak, menjadi sarang sumber penyakit, dan secara otomatis akan menurunkan derajat kesehatan. Dalam banyak hal, memang dibutuhkan sensitifitas yang cukup untuk bisa merasakan efek-fek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deepak Chopra, pakar pengobatan quantum dari India, sangat meyakini sekaligus telah banyak membuktikan &lt;strong&gt;bahwa pengobatan sakit fisik akan berproses lebih cepat jika disertai dengan terapi non fisik atau kejiwaan&lt;/strong&gt;. Ajaibnya, tidak sedikit para pasiennya yang telah divonis tidak akan berumur panjang akibat sakit fisiknya, dengan metode pengobatan yang integral ini si pasien malah sembuh secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede Prama, pernah menulis dengan sangat indah sebuah ungkapan berkaitan dengan sampah non fisik ini. Beliau bertutur, andai saja tubuh ini bisa membuang beban-beban yang tak perlu, niscaya tubuh ini mampu terbayang melayang layaknya seekor burung. Beban-beban itu adalah prasangka buruk, iri dengki, malas, berpikir hal-hal yang mubazir dan sejenisnya. &lt;strong&gt;Kesuksesan kita meninggalkan beban-beban tersebut, akan membawa kita terbang seperti syair lagu Westlife : Flying Without Wings.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, dibutuhkan kemampuan pengelolaan sampah yang jitu. Mengelola sampah fisik sering membuat seorang Gubernur Jawa Barat kewalahan gak ketulungan. Nah, tidak beda dengan sampah non fisik yang bercokol di dalam diri kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garbage Management, tak akan sempurna tanpa visi, tekad dan kerja keras. &lt;strong&gt;Flying Without Wings bukanlah hadiah hanya karena kita berulang tahun.&lt;/strong&gt; Enyahnya sampah non fisik ini adalah hasil kerja ikhlas, kerja pintar dan kerja keras. Tanpa ini semua, yang kelak terjadi adalah diri kita bak lautan sampah. Diri yang dipenuhi sampah fisik dan sampah non fisik. Kita semua tidak menginginkan demikian tentunya. [Bpp, 20 Maret 2007] ##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-6534415247076578445?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/6534415247076578445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=6534415247076578445&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6534415247076578445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6534415247076578445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/sampah-non-fisik.html' title='Sampah Non Fisik'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-8080353049167082412</id><published>2007-03-20T16:16:00.000+08:00</published><updated>2007-03-20T16:20:36.524+08:00</updated><title type='text'>Sayang Anak Sejati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dulu, semasa SMA hingga kuliah saya termasuk pengguna yang sangat loyal terhadap sarana angkut kereta api kelas ekonomi, terutama Jurusan Bandung – Surabaya. Alasannya adalah factor efisiensi dan efektifitas. Dengan posisi kampung halaman yang unik di Gandrung Mangu - Sidareja - Cilacap, maka sarana kereta api inilah yang bisa dijangkau dengan paling cepat dan paling murah. Sebagai orang sekolahan, ditambah dengan ekonomi yang pas-pasan, sudah tentu inilah pilihan terbaik saya. Wow,...... keren.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita perjalanan dengan kereta api ekonomi, perjalanan Sidareja – Solo atau Sidareja – Bandung biasanya memakan waktu yang cukup lama, antara 5 hingga 6 jam. Suasana didalam gerbong kadang penuh sesak apalagi pada saat-saat peak season seperti saat lebaran tiba. Rasanya cukup panas, pengap dan tidak jarang disertai dengan aneka bau atau suara yang tidak menyamankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gerbong yang penuh sesak itu, berlalu lalang para penumpang, para penjual dari aneka makanan atau minuman, penjual aneka mainan atau pedagang souvenir lainnya. Ada hal yang sangat menarik buat saya saat itu, yakni cara para penjual mainan menawarkan barang dagangannya. Hampir setiap perkataan penawarannya di sertai ucapan kata-kata “SAYANG ANAK – SAYANG ANAK’. Terkadang masih ditambahi, “SAYANG KAKEK, SAYANG CUCU, SAYANG ISTERI atau SAYANG SUAMI”. Entah apa maksud sesungguhnya, mungkin sekedar mengingatkan untuk menyayangi anak sekaligus membeli mainannya sebagai tanda atas rasa sayangnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karena masih bujangan, saya hampir gak terpikirkan apa arti dari kata-kata indah itu.&lt;/strong&gt; Hampir-hampir saya setuju 100% kepada mangs penjual itu, bahwa sayang anak yaa harus disertai bukti. Dan membelikan mainan adalah salah satunya. Bisa jadi karena posisi saya saat itu masih sebagai anak, sehingga secara otomatis sangat diuntungkan dengan argument ini. Biasa tho, &lt;em&gt;posisi seseorang akan sangat menentukan sikap politisnya, he he ...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kini, saat-saat indah itu telah berlalu hampir 12 tahun lamanya. Kini, saya juga sudah bertambah tidak saja sebagai seorang anak, tapi juga sebagai orang tua dengan 2 putra dan 1 putri. Posisi saya kini bukanlah posisi saya masa itu. Kini sudah tidak mungkin saya memposisikan diri sebagai anak lagi, meski kedua orang tua masih hidup. Kini, posisi sebagai orang tua justru haruslah dominant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan posisi baru tersebut, baru agak terpikirkan seperti apa tafsir yang seharusnya atas kata-kata “SAYANG ANAK” itu. &lt;strong&gt;Sebagai orang tua, menyayangi anak adalah berkonteks long term, berjangka sangat panjang termasuk hingga perjalanan menuju negeri akhirat.&lt;/strong&gt; Sayang anak tidak dilihatkan pada apek parsial dan temporer semata. Semua terorganize secara utuh menuju performansi utama sesuai tujuan Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, sayang anak berarti menuruti segala impian anak, maka kini beda.&lt;br /&gt;Dulu, sayang anak berarti tidak pernah ditolak permintaannya, kini jelas tidak.&lt;br /&gt;Dulu, sayang anak berarti tidak perlu memberi tanggung jawab, kini juga tidak lagi.&lt;br /&gt;Dulu, sayang anak berarti, tauladan tidak terlampau perlu, maka kini juga berubah.&lt;br /&gt;Dulu, membayangkan sebagai orang tua itu gampang. Kini baru merasakan, bahwa menjadinya adalah sebuah amanah yang maha berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya menjadi lebih mengerti, bahwa saya harus menyayangi anak-anak karena mereka adalah amanahNYA yang harus saya tunaikan secara optimal. Alloh mendesain anak-anak itu dengan suatu spesifikasi dan tujuan tertentu. Alloh menitipkan kepada saya dan isteri karena kami dinilai mampu untuk melakukannya. Alloh Maha Benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah esensi tugas yang maha berat itu. Kita masih ingat, ada kisah-kisah orang tua yang hingga jatuh stress karena tugas ini. Kasus Ani Koriah di Bandung dan kejadian nekat seorang ibu di Malang yang bunuh diri setelah membunuh keempat anaknya, adalah sebagian dari kasus ekstrem itu. Nau’udzubillahi min dzaalik,….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sayang anak adalah sayang anak kini, esok, lusa dan mendatang.&lt;/strong&gt; Sayang anak berdimensi lahir dan bathin, dunia dan akherat. Sayang anak haruslah terejawantahkan dalam konteks yang menyeluruh seperti ini. Tidak salah, terkadang anak harus kecewa dengan keinginannya yang salah. &lt;em&gt;Tidak mengapa, kita membiarkan anak kita menangis, berpeluh keringat, menahan kantuk ataupun menelan ludah asalkan bertujuan baik&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada satu hal penting,…..Mereka pun coba kita ajak untuk mengerti, mengapa kita tega membiarkan mereka untuk &lt;em&gt;'nelangsa'&lt;/em&gt; seperti itu. Itulah makna yang saya pahami atas SAYANG ANAK SEJATI. Wallohu A’lamu ##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-8080353049167082412?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/8080353049167082412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=8080353049167082412&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/8080353049167082412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/8080353049167082412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/sayang-anak-sejati.html' title='Sayang Anak Sejati'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-7277294499186770102</id><published>2007-03-17T13:07:00.000+08:00</published><updated>2007-03-20T16:32:18.528+08:00</updated><title type='text'>Tikuspun Bisa Ngebuka Kaleng</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Siapa tak kenal tikus?&lt;/strong&gt; Ya, sebegitu populernya dia itu di tengah-tengah kehidupan kita. Di rumah, di kebun, di lorong-lorong parit atau di sawah tidak sulit kita untuk menjumpainya. Para bapak tani sudah tidak terhitung lagi, berapa banyak dibuatnya kesal karena panen yang sudah digadhang-gadhang jauh-jauh hari akhirnya harus gagal dan beroleh kerugian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Para ibu rumah tangga pun tidak kalah sedihnya. Akibat ulah para tikus itu, tidak sedikit perabotan yang rusak, baju-baju yang menjadi bolong, bahan makanan yang terkoyak atau sekedar hirupan tidak enak dari aroma tikus cecurut. Si adik kecil terkadang juga menjadi menangis tak henti-hentinya, juga karena ulah si tikus. Mainan kesayangannya sedikit rusak atau tergores.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Kabel telepon di rumah terputus. Kabel listrik terkelupas hingga menimbulkan korsletting dan breakerpun menjadi jatuh, anjlok atau oglangan. Sekat bilik bambu pada gudang padi di rumah orang tua saya pun tidak luput dari kreatifitas pembolongan makhluk kecil ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Ada lagi kreatifitas tikus yang lain di kantor saya.&lt;/strong&gt; Si tikus itu ternyata juga mampu membuka tutup kaleng roti. Kebetulan ada dua kaleng berbentu tabung jenis Monde Bourbon. Di tiap pagi hari kita masuk ke ruangan, hampir bisa dipastikan, tutup kaleng sudah terbuka dan terpisah dari badannya. Kalau kebetulan kaleng tersebut ada isi sebelumnya, maka biasanya juga habis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sering saya ngerasa bingung membayangkan, priye carane tikus-tikus tersebut ngebuka kaleng? Dengan satu tangan saja, sekalipun bisa dilakukan, saya merasa sulit kok. Membuka kaleng dengan model tutup yang ngangkangi badan jelas sulit kalau hanya dengan satu tangan. Lain kalau model tutupnya itu adalah yang seperti kaleng Khong Guan yang kotak itu. Satu tangan saja masih mudah, karena tangan kita bisa berfungsi sempurna sebagai pengungkit. Ada tutup yang akan kita ungkit dan ada bantalan pengungkit, yaitu sisi pinggir kaleng tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Hingga saat ini, saya belum pernah menyaksikan langsung mereka para tikus melakukan aksi hebatnya itu. Mungkin juga memang sulit terwujudkan keinginan saya ini. Sendirikah atau berjamaah bersama kawan-kawan lainnya. Andai saja dilakukan sendiri, bukan main itu kehebatan si tikus. Andai juga dilakukan secara berjamaah, ini pun tidak kalah hebatnya. Jauh lebih hebat bahkan, karena terjadi synergy. Dan kita tahu, synergy hanya mungkin terwujudkan oleh pribadi-pribadi yang unggul. Yang pasti keheranan saya atas kreatifitas hebat sang tikus belum juga terjawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Lain tikus lain lagi nih cerita para kucing di sekitar rumah saya. Bukan cerita seru kucing mengejar para tikus kreatif tadi layaknya Tom &amp;amp; Jerry. Ceritanya adalah tentang kreatifitas kucing dalam memulung sisa-sisa makanan di kantong-kantong sampah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sudah menjadi kebiasaan warga di perumahan kami, Villa Damai Permai Balikpapan, selepas maghrib maka masing-masing rumah akan mengeluarkan tuh sampah-sampah rumahannya selama seharian. Dengan dibungkus tas kresek, sebagian ditempatkan di bak sampah, sebagian dicantolkan ke pagar atau batang pohon. Kurang rapih memang. Tapi sementara gak papalah, wong sebentar juga sudah diambil sama Mang Udin kok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Nah, cerita kreatifitas kucing ya di sini ini&lt;/strong&gt;. Dalam upaya keras mereka mencari sisa-sisa makanan yang mungkin ada dalam bungkusan sampah, para kucing tersebut mampu menunjukkan kehebatannya. Kepada bungkusan sampah yang tersimpan di bak sampah, mereka mampu ngebuka tutupnya padahal tutup yang terbuat dari lembaran kayu juga tidak ringan. Pencarian pada bungkusan sampah yang tercantol di pagar, mereka pun berhasil meniti ujung-ujung kawat kecil dan akhirnya mengoyak tas kresek pembungkus sampahnya. Alhasil, sampah pun terhambur dan mereka pun memulung lalu menikmatinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Cerita kreatifitas tikus dan kucing di atas kiranya patut kita pelajari dan renungkan. Mereka telah mengingatkan kembali akan hal-hal yang mungkin terlupakan. &lt;strong&gt;Mereka memberikan kita contoh nyata, bahwa kesungguhan yang maksimal pastilah akan menuai hasil terbaik&lt;/strong&gt;. Mereka seolah paham benar akan filosofi bahwa batu pun akan bolong oleh tetesan air yang terus-menerus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Berulang kali kita membaca, mendengar atau bahkan menulis tentang pemberdayaan atau optimalisasi diri.&lt;/strong&gt; Namun, untuk kesekian kali pula kita masih saja lupa, dan masih saja mengambil posisi yang sekedar atau sedang-sedang saja. Di sisi lain, kita juga tahu, ada lho potensi khas kita yang sangat hebat. Betulkah? &lt;em&gt;Wallohu A’lam&lt;/em&gt;,, ##&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-7277294499186770102?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/7277294499186770102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=7277294499186770102&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/7277294499186770102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/7277294499186770102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/tikuspun-bisa-ngebuka-kaleng.html' title='Tikuspun Bisa Ngebuka Kaleng'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-6005888627385810929</id><published>2007-03-17T12:56:00.000+08:00</published><updated>2007-03-17T13:03:42.734+08:00</updated><title type='text'>Selalu Ada Sisi Yang Tertinggal</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Kalau anda berkesempatan, cobalah sesekali tengok seperti apakah kondisi atap rumah anda utamanya di atas plafon. Apapun jenis plafon rumah anda, entah plafon triplek biasa, ethernit asbes, plafon indah bergipsum atau lainnya. Dari beberapa kali saya menaiki sisi atas rumah sederhana saya, saya menjumpai banyak hal ‘&lt;strong&gt;lebih buruk’&lt;/strong&gt; terutama kalau saya bandingkan dengan rapihnya plafon di sisi sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Suasana gelap, kayu-kayu rangka plafon saling melintang, sampah atau kotoran menyebar di seantero plafon minimal debu-debu, jaringan kabel listrik dan telpon yang tertata ala kadarnya atau terkadang seonggok kotoran kucing yang kekebtulan sudah mengering. Walaupun tidak terlalu bagus, hal-hal tersebut sangatlah kontras dengan tampilan sisi luar plafon yang dapat kita nikmati itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Di balik indahnya lemari baju, lemari dapur atau lemari buku yang ada di rumah kita, pun ada sisi yang ‘lebih buruk’ dari sisi luarnya. Hampir secara umum, sisi luar sebuah lemari jauh lebih halus, lebih indah, lebih rapih pengerjaannya dan lebih bagus sentuhan dan pilihan warna atasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Ranjang atau tempat tidur kita pun demikian adanya. Kalau juga anda berkesempatan menengok sisi bawahnya, akan tampaknlah di sana kayu papan penyangga kasur yang tidak bercat atau sisi-sisi bawah dalam rangka yang bercat ala kadarnya. Dibandingkan dengan sisi atas dan sisi luar rangka ranjang tersebut, pastilah terjumpai apa-apa yang menjadi kelebihan sisi luar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sejumlah meja dan kursi yang kita miliki juga memiliki cerita yang sama. Kemudian yang juga tidak sulit kita jumpai adalah perbandingan sisi dalam dan sisi luar baju-baju kita, sebagian perabotan-perabotan rumah tangga kita, tas-tas sekolah anak-anak kita juga tas kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Komputer yang selama ini menjadi teman baik kita, juga setali tiga uang. CPU yang sebegitu rapihnya tampak di luar tetap saja menghadirkan ketimpangan antara sisi luar dan sisi dalam termasuk sisi depan dan sisi belakangnya. Peralatan elektronik lain juga sama, entah itu TV, radio tape, VCD/DVD/MP3 player, dan masih banyak contoh lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Dari beberapa sisi tampak di atas, saya bukan bermaksud untuk mengajak mengoreksi bareng untuk kemudian mengupayakan agar tidak ada ketimpangan antar dua sisi luar dan sisi dalam tadi. Bukan sama sekali. Menurut saya, &lt;strong&gt;justru itulah sebuah kealamiahan yang banyak menghadirkan makna berharga.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sepertinya, &lt;strong&gt;tidaklah mungkin kita akan mampu menjadikan sisi dalam dan sisi luar sama bagusnya.&lt;/strong&gt; Sulit kayaknya menciptakan sisi atas plafon sama bersih, sama rapih dan sama menarik dengan sisi bawah. Sulit juga kita membuat sisi-sisi dalam lemari, ranjang tempat tidur, meja atau kursi untuk memiliki kualitas indah, menarik dan rapih yang setara dengan sisi luarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Prinsip salah seorang sahabat saya dalam menyikapi pendapatan atau gaji yang masih terbatas sementara banyak godaan konsumtif yang bahkan ditunjukkan oleh orang-orang dekat. Beliau bilang, ‘ &lt;em&gt;Gaji kita mungkin sama, tapi tidak untuk outputnya. Tidak mungkin saya memenuhi kesemuanya secara berlimpah. Oleh karenanya, harus ada yang saya korbankan&lt;/em&gt; “. Memang &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt;, kehidupan sahabat saya ini cukup terlihat adem dan nyaman. Paling tidak adalah dari sisi materi yang bisa saya saksikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Goethe, secara gamblang menuliskan : “ &lt;em&gt;Hal-hal terpenting, tidaklah boleh diposisikan di bawah hal-hal yang tidak penting&lt;/em&gt; ”. Dalam kaidah ushul fikih, kita diajarkan untuk tahu bahwa segala hal yang menentukan kesempurnaan hajat wajib, maka menjadi wajiblah hal-hal tersebut. Stephen Covey menilai bahwa prinsip ‘&lt;strong&gt;Dahulukan Yang Utama’&lt;/strong&gt; adalah satu diantara tujuh prinsip terpenting guna menjadikan diri kita sebagai pribadi-pribadi yang efektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Status hukum terhadap amal-amal ibadah yang beragam dari &lt;em&gt;wajib, sunnat muakkadah, sunnat, makruh hingga hukum haram&lt;/em&gt; juga mensiratkan ajaran manajemen prioritas. Ada juga sebuah cerita seorang sahabat nabi yang dihargai menjadi haji mabrur padahal tidak jadi berhaji, hanya karena keikhlasan merealokasikan anggaran hajinya untuk membantu kaum dhuafa tetangganya yang sangat membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Kemampuan memprioritaskan banyak hal secara positip proporsional sangatlah penting. Seorang kepala keluarga akan sangat mungkin terhindarkan dari kepailitan keluarga akibat terlilit hutang. Seorang pelajar atau mahasiswa akan optimal menjalani masa-masa pembelajarannya karena mampu konsisten dengan prioritas terbaik yangtelah dibuatnya. &lt;strong&gt;Bahkan kehebatan para pemimpin pun tidak lepas dari kemampuan yang satu ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Jadi, siapapun dan apapun posisinya, jelas harus ngerti, tahu, paham dan mampu membuat skala prioritas yang benar dan baik. Siapapun dan dimanapun dikarenakan tidaklah ada barang satu orang pun yang berdiri di manapun, yang tidak dikelilingi masalah, beban dan kemampuan. &lt;strong&gt;Meminjam persepsi SWOT Analysis, maka semua orang pastilah memiliki strength, weakness, opportunity dan threaten&lt;/strong&gt;. Oleh karenanya dibutuhkan pengelolaan terbaik dengan skala prioritas yang paling tepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Terakhir buat kita, &lt;strong&gt;Sudahkah kita mampu dan mau merealisasikan skala prioritas yang benar juga baik&lt;/strong&gt;? Wallohu A’lam ##&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-6005888627385810929?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/6005888627385810929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=6005888627385810929&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6005888627385810929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6005888627385810929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/selalu-ada-sisi-yang-tertinggal.html' title='Selalu Ada Sisi Yang Tertinggal'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-6392835034209861182</id><published>2007-03-17T12:47:00.000+08:00</published><updated>2007-03-17T12:52:31.675+08:00</updated><title type='text'>Makan Bermenukan Penyakit</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Slogan wong Jowo ‘&lt;strong&gt;Mangan Ora Mangan Asal Ngumpul’&lt;/strong&gt; sekarang semakin banyak yang berani membalikkannya menjadi ‘&lt;strong&gt;Kumpul Ora Kumpul Asal Mangan’&lt;/strong&gt;. Tidak ada yang salah dengan dua slogan tersebut, yang seolah saling berlawanan bahkan mematahkan. Slogan pertama jelas dimaksudkan untuk mengedepankan substansi kebersamaan. Bahwa dengan ngumpul bersama, maka segala masalah akan tersolusikan termasuk seandainya ada yang tidak berkemampuan untuk makan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Slogan kedua pun tidak kalah benar.&lt;/strong&gt; Bahwa kehidupan saat ini dan ke depan buaknnya makin mudah, tapi makin sulit. Kehidupan kini identik dengan biaya tinggi, kecerdikan tinggi, kepintaran tinggi, modal tinggi, inovasi tinggi dan hal2 tinggi lainnya. Sangat wajar dan masuk akal, kalau akhirnya orang berpandangan bahwa focus pertama adalah bisa mengais rejeki dulu. Masalah tempat tinggal mau di mana bukan masalah. Ngapain terus ngumpul kalau harus menanggung lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan kedua, muncul seiring dengan tumbuhnya budaya materialistis yang merasuk di semua sendi kehidupan, hingga ke sendi-sendi tulang bahkan. Budaya materialistis adalah paham budaya yang mengedepankan keunggulan hanya pada hal-hal yang mampu ditangkap oleh lima indera manusia. &lt;strong&gt;Semuanya focus on physically, not essence.&lt;/strong&gt; Bodi okey, rumah dan mobil mewah, penampilan keren atau semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah makan, tak juga luput dari semangat matre di atas. Makan yang pada awalnya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan akan nutrisi tubuh, kini sudah banyak yang menyimpang. &lt;strong&gt;Dulu, makan adalah untuk hidup&lt;/strong&gt;. Namun kini sudah hampir sebaliknya, hidup seolah untuk makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Good Food adalah makan yang halal dan sehat.&lt;/strong&gt; Kita mestinya berfikir panjang sebelum berani memasukan makanan ke dalam mulut kita. Sebisa mungkin, makanan yang kita telan adalah halal baik fisik ataupun cara perolehannya. Kedua, maka kita pun harus yakin bahwa makanan yang masuk ke tubuh kita adalah makanan yang akan menyehatkan, dan bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kini di sekitar kita tumbuh begitu ramai bisnis aneka makanan. &lt;strong&gt;Kehalalan sangat sering masih harus dipertanyakan. &lt;/strong&gt;Label ‘HALAL’ palsu masih ada, pencantuman data kandungan makanan juga kadang masih belum jujur. Kita sering masih tertipu dan lalai untuk hal-hal beginian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyangkut masalah makanan sehat, tidak juga lebih sederhana.&lt;/strong&gt; Pilihan makanan sehat tapi enak hampir-hampir tidak ada. Yang banyak adalah makanan penuh selera rasa, mak nyoss atau makanan yang mampu menggoyang lidah si penyantap. Celakanya, aneka rasa yang sedap itu justru dihasilkan dari bahan-bahan yang tidak sehat. Dengan kata lain, rasa penuh selera tersebut hadir bersama aneka bahaya penyakit yang tidak jarang sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut mangkin kurang adhem, karena pemaknaan atas aktifitas makan pun mengalami pergeseran. Makan kadang dianggap sebagai aktualisasi, symbol identity atau  pelampiasan emosional. Kalau sudah begini, bukanlah lagi makan agar sehat. &lt;strong&gt;Yang muncul berikutnya adalah makan supaya senang, supaya dihargai atau supaya dikenal.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak aneh, kalau kini muncul beraneka penyakit yang diakibatkan oleh makanan yang kita santap. Olah raga, puasa, siklus tidur sehat atau menghindari makanan tertentu sudah jarang pula kita perhatikan. Yang ada, yang penting senang, tidak capek, asik atau enak rasanya toh kantong pun masih sanggup untuk membayarnya.&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Itulah pilihan, dan tiap pilihan pasti ada konsekuensinya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh, sungguh aneh. Lha wong makan penyakit kok kita gak nyadar. Sudah gitu, sering kita harus membayar mahal untuk penyakit yang kita undang itu. Selanjutnya juga, kita pun harus membayar mahal untuk penyakit itu kelak. Bukan saja biaya pengobatan, rasa sakit atau keterbatasan fisik. &lt;strong&gt;Lebih jauh lagi, kelak kita juga akan ditanyai olehNYA, seberapa amanah kita atas titipan tubuh ini. &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Astaghfirullaha al’azhiim&lt;/em&gt;,…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bpp, 17 Maret 2007]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-6392835034209861182?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/6392835034209861182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=6392835034209861182&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6392835034209861182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6392835034209861182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/makan-bermenukan-penyakit.html' title='Makan Bermenukan Penyakit'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-1199478574195784768</id><published>2007-03-17T12:38:00.000+08:00</published><updated>2007-03-17T12:46:22.498+08:00</updated><title type='text'>Lanang Tenanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Wis dadi fitrahe Gusti Alloh, kabeh makhluk kang ono nang ndunyo iki nduweni sifat loro sing kosok balen&lt;/strong&gt;. Ono gedhe, ono cilik. Ono adoh ono cedhak. Sakmono ugo, ono lanang ono wadon. Gusti Alloh Kang Maha Sampurno, tamtu nduweni mangsud kang maha becik marang opo kang dadi penetapane. Kalebu babagan iki mau, yoiku onone makhluk lanang lan makhluk wadon.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ora angel awakiro yen arep mbeda’ake sifat utawa karakter lanang lan wadon mau. &lt;strong&gt;Wong lanang, sakmestine nduweni sifat ngeleader, isok mimpin, isok tegas, isok adhil, wani, seneng marang kerja keras, nduweni watak problem solver lan sak panunggalane.&lt;/strong&gt; Sakmono ugo wong wadon, mesti wae nduweni sifat utawa karakter unik. Antawisipun alus-lembut, good follower, isok dadi penselaras luwih sabar dan sak langkung teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ning ora arang, awakiro isok nemoni pribadi lanang utawa wadon kang nduweni sifat rono-rene. Pancene, ora aneh yen ono wong lanang kang nduweni sifat nglanangi ning ugo penyabar, lembut lan dadi good follower. Isok ugo, ono wong wadon kang isok mimpin kanthi sukses lan dadi panutan wong liyane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sak walike, ora sithik wong kang ora ngetokake sifat asline.&lt;/strong&gt; Lanang ning gak isok mimpin, gak tegas, wedinan utawa cengeng. Ono ugo, wadon ning grusa-grusu, kasar tembung lan lelakone. Gak usah adoh-adoh, aku dhewe isok ndelok awakku dhewe. Isih adoh soko kasampurnan, during pantes dadi panutan, sering males-malesan, lan sifat elek liyane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabeh mau amargo gumantung marang priyayi-priyayine dhewe. Kabeh sifat dasar apik mau iku dudu barang gratisan kang isok tinampa tanpo usaha. &lt;strong&gt;Jer basuki mawa bea. Kabeh mbutuhake tirakat, pengorbanan, pembelajaran lan keseriusan. &lt;/strong&gt;Dadi pemimpin utawa leader, cetho kudu sinau. Isok adhil, pemberani lan tegas ugo kudu sinau, teori lan praktek sekalian. &lt;em&gt;Learning by doing&lt;/em&gt;, istilahe wong kulon kono kae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marang pakaryan lan profesi, soyo gampang awakiro milah-milih pundi-pundi kang sesuai marang fitrahing lanang lan wadon. Wong lanang cetho luwih fleksibel, amargo wis dadi fitrahe yen dheweke kudu nggolek nafkan kanggo keluargane. Wong wadon, ugo ora kalah cetho. Ora sithik profesi kang cocok, ning ora sak okeh wong lanang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Ono maneh profesi kang aku anggep luwih nglanangi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Maksude, profesi iku sekaligus mbukti_ake yen dheweke &lt;strong&gt;lanang tenan&lt;/strong&gt;. Profesi-profesi iku mau entrepreneur, utawa wirausaha. Boso kerenne, businessmen. &lt;em&gt;Opo alasanku?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poro entrepreneur iku wong-wong kang isok mecahake problem rumit lan ngimbas marang solusine wong liyan kanthi jelas. Wujude, isok nggawe lapangan makaryo, nyerap tenaga kerja dan sekaligus tampil sebagai LELAKI SEJATI. Kabeh titipan potensi sifat positip kang ono ing dhuwur mau, cetho isok terrealisasikan. Rak nyenengke tho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Lha njuk, opo gak isok poro karyawan mujudake impian dadi wong kang LANANG TENAN?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabe, isok ning uuuuuaaaaangellll tenan. Koyo-koyo ora isok. Beda suasana lan tantangane. Karyawan sak dhuwur-dhuwure paling yaa dadi the best follower, termasuk enggane dadi direktur. Lho kan isok mutusake, isok nerapake sifat-sifat unggul mau? Tetep wae, jenenge pegawai iku ora podho karo wong kang nduweni. Gedhe resiko, masalah lan tanggung jawabe jelas beda adoh. Aluse tembung, masiyo dadi direktur, tetep wae isih dadi kongkonan. Lha nek direktur wae mung kongkonan, opo maneh awak-awak kroco ngene,……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Be The Real Man, At Least Put It In Mind.&lt;/strong&gt; [Bpp, 17 Maret 2007]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-1199478574195784768?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/1199478574195784768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=1199478574195784768&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/1199478574195784768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/1199478574195784768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/lanang-tenanan.html' title='Lanang Tenanan'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-1052662935315261086</id><published>2007-03-16T15:47:00.000+08:00</published><updated>2007-03-16T15:53:19.873+08:00</updated><title type='text'>Kethetheran</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kethetheran isok diartekna ketinggalan kreta.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Babagan opo wae, kang amargo kurang ngelmu, kurang persiapan utawa kurang antisipasi,.... isok marakake si fulan kurang siap anggone ngadhepi opo wae kang dadi resikone. Wujud psikis kang sering ditemoni yoiku stress, salah tingkah, gumagus, kemayu, adigang-adigung-adiguna, pamer, ora akur marang tonggo teparo lan sak panunggalane.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ono wong kethetheran amargo ekonomi.&lt;/strong&gt; Okeh wong kang ’dadi aneh’ amargo dhuite tambah okeh, gaji utawa jabatane mundhak, entuk warisan sak hohah utawa amargo nduweni barang kang larang regane. Wong kang modhel mangkene, biasane kadhung ngroso yen dheweke kadunung luwih uanggul tinimbang wong liyane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ono wong kethetheran amargo nduweni rupa kang bagus.&lt;/strong&gt; Rumangsa bagus utawa ayu rupane, isok uga nyebabake si fulan ngethether. Wujude isok dadi nyepelekake wong kang ’luwih elek’, rumangsa dadi pilihan Gusti Alloh utawa rumangsa dadi bibit unggul. Okeh wong kang modhel mangkene, rumangsa ora pantes manggon karo wong kang ora sak level utawa ngrasa kudu manggon nang wilayah tertamtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Wong kang rumangsa unggul, opo wae wujud unggule mau, paling sering bakal dadi wong kang isok kajeblos dening njurang kethetheran.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ono maneh kethetheran kang ora disengojo.&lt;/strong&gt; Contone, ono isteri-isteri kang nduweni niatan nggawe acara ngaji bareng. Kabeh niat kanthi uuapik lan ikhlas, tholabul ’ilmi. Awale akur, raket lan guyub rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngajine isok mlaku, sak wulan rong wulan nganti patang wulan it’s okey, mlaku lancar kabeh semangat. Awit mlebu wulan kaping limo, molai ono kang ijin amargo ono alasan. Tambah dino tambah sering. Molai ono sing su’uzhan, kuciwa siji marang liyane utawa ajakan mboikot metu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lha terus, nang endi jurang kethetherane?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poro isteri kethether, wujude ono kang su’uzhan, ghirahe molai nglokro lan emosi ngajak-ajak mboikot. Asbabe opo? Ketokane, amargo kurang antisipasi. Sak benere, kemungkinan-kemungkinan kedaden mau isok diprediksi. Wong kang ijin iku lumrah. Wong kang jenuh bosen uga lumrah. Kabeh ijik manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kurang antisipasi podho wae, jan plek, ambek KURANG NGELMU.&lt;/strong&gt; Ngelmu iku laksono nur cahyo kang isok madhangi dedalanan kang arep dilakoni. Kanthi ilmu, dedalanan ing ngarep dadi kadelok cetho welo-welo. Otomatis isok uncat utawa keblinger soko mlebu ono ing njurang, nabrak watu, keblasuk blethokan utawa lan sak panunggalane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opo wae kang potensi bakal kedaden marang awakiro, mestine isok di terawangi. Nek wis ngono, gek ndang sinau ngelmu sing diperlo’ake. Sopo ngerti, tekan cici wancine awakiro dadi wong kang luwih sugih, luwih pinter, lebih sukses, luwih dhuwur jabatane, .... luwih kere, luwih elek,..... luwih okeh konco utawa urip dhewe nang tengah alas, .... luwih okeh masalah, ....... kabeh isok dilakoni kanthi AMAN lan SUKSES.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Bener yen Kanjeng Rasul ndhawuhake  tholabul ’ilmi, masiyo tekan China.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-1052662935315261086?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/1052662935315261086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=1052662935315261086&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/1052662935315261086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/1052662935315261086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/kethetheran.html' title='Kethetheran'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-8956525498701611146</id><published>2007-03-14T17:10:00.000+08:00</published><updated>2007-03-14T17:13:11.813+08:00</updated><title type='text'>Game Tanpa Level</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Imbas-imbas positip dan negative dari kegemaran anak-anak aku nge-game sudah aku ceritakan. Bahwa tidak melulu hal positip yang diperoleh adalah wajar. Itulah sebuah dialektika kehidupan, bahwa kita akan selalu diajak menggali dan belajar lebih banyak dari setiap fragmen yang terjadi. Entah apa posisi fragmen tersebut, direncanakan ataupun tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di sela-sela permainan game yang dimainkan, entah itu Chicken Invaders, Heavy Weapon, Beetle Junior atau Granny In Paradise, terdengar anakku Dykall mengucap :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“&lt;strong&gt;Coba game ini tanpa level,…. Coba level ini tanpa musuh&lt;/strong&gt;”, katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Awalnya, aku menganggap ucapan tersebut hanyalah ucapan yang biasa saja. Tidak lebih dari sebuah kewajaran dan bahkan sudah umum terjadi pada para gamer, apalagi masih anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di kesempatan lain, aku teringatkan akan firman Alloh SWT, bahwa kehidupan dunia ini adalah permainan belaka yang menipu. Mak deg rasanya ketika itu. Teringat pula aku akan ucapan Dykall di atas. Karena ada kemiripan, bahwa game juga adalah sebuah permainan. Kehidupan adalah game dan game juga adalah laksana sebuah kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sisi terpenting yang menarik dari sebuah game setelah jenis atau type adalah masalah leveling. Pencapaian sebuah level adalah tantangan sekaligus kebanggaan. Tidak akan menarik jika sebuah game hanyalah sajian permainan monoton tanpa penilaian dan tanpa kesulitan. Tidak akan ada itu yang namanya naik kelas atau naik level. Ujung-ujungnya mudah kita tebak, cepat bosan dan segera dicampakkanlah game tersebut ke tempat sampah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tapi mengapa, tidak jarang kita masih berharap atau berucap seperti Dykall dalam menjalani kehidupan ini?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau seorang Dykall yang berusia 7 tahun, masih begitu mudah berputus asa, masih kental Orientasi Hasil, sering terburu-buru ingin beroleh hasil dan berlogika bahwa leveling itu tidak perlu,… yaa masih pantas. Masih terlalu dini buat dia untuk memiliki pemahaman yang sempurna atas segala seluk beluk permainan game apalagi kehidupan. Lha kalau kita?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Umur aku sendiri kini mendekati 34 tahun pada bulan depan ini. Beda umur sebanyak 27 tahun lha kok masih beroutput sama atau sekedar sedikit lebih bagus saja. Wah keterlaluan pisan ini. Terus selama itu, ngapain saja aku ini……..?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gak mungkin lah kehidupan ini tanpa ujian dan tanpa rintangan seperti ucapan Dykall itu. Aku harus faham, ujian itu perlu. Kesulitan itu juga perlu. Semua itu diperlukan sebagai sparing partner guna menaiki kelas yang lebih tinggi. Alloh ingin dan memang sudah menggariskan, kita haruslah naik kelas setiap saat kalau bisa. Semakin pendek interval waktu bagi moment kenaikan kelas kita, itulah pertanda bahwa slope kehidupan kita makin baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ya Alloh, kiranya Engkau berkenan memudahkan kami dalam menjalani semua ujianMU. Engkaulah pemilik segala kemudahan dan kesulitan. Maafkan kami atas segala kekurangan dan kelapaan.&lt;/em&gt; Wallohu A’lam##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-8956525498701611146?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/8956525498701611146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=8956525498701611146&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/8956525498701611146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/8956525498701611146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/game-tanpa-level.html' title='Game Tanpa Level'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-5229296249402264746</id><published>2007-03-14T17:01:00.000+08:00</published><updated>2007-03-14T17:09:08.511+08:00</updated><title type='text'>Kenangan Terindah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terus terang, tulisanku kal ini terinspirasi sekali oleh Grup Samsons yang telah melagukan sebuah ‘&lt;strong&gt;Kenangan Terindah’&lt;/strong&gt; dengan begitu nyamannya terdengar di telingaku. Padahal, syairnya sendiri aku sendiri gak paham, tapi telingaku mengangguk suka, .... yah seperti yang selama ini berjalan. &lt;strong&gt;Seperti kita tahu, telinga memang memiliki logika sendiri untuk menyatakan suka atau tidak suka terhadap segala macam nada-nada asingnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masa-masa SD, aku memiliki sebuah kenangan indah yang masih sering teringat. Kejadian kala itu adalah ketika aku baru menginjak kelas 1 SD 09 Cisumur-Gandrung Mangu-Cilacap. Aku adalah angkatan pertama, dan gedungnya pun belum dibangun. Jadilah kami numpang di SD 07 dengan jarak kurang lebih 2 km dari rumahku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di tahun 1978, ndesoku masih sangat-sangat ndeso. &lt;strong&gt;Jangan tanya listrik, wong jalan saja masih penuh lumpur blethokan di kala musim hujan&lt;/strong&gt;. Itulah jalan yang mesti kulalui menuju sekolah. Sering blethokan itu hingga mengubur kaki-kaki mungil kami hingga di atas lutut. Waktu itu belumlah dikenal budaya tas sekolah. Paling hebat, yang ada adalah kantong plastic bekas pembukus barang yang didapatkan sesekali saja dari kota. Makanya, begitu bangganya bagi siapapun yang bisa berkesempatan memiliki kantong tersebut dan memakainya sebagai tas sekolah. Wah, paling top,…..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena tidak memiliki kantong plastic, maka jadilah sebuah buku tulis tipis kecil bersampul ungu khas dulu melengket di genggamanku. Aku masih ingat, harga buku itu cuma Rp. 5,- saja. Dalam sebuah perjalananku ke sekolah, terjatuhlah buku itu diblethokan hingga sebagian besar bagiannya menjadi basah dan berlumpur. Sesampai di sekolah, segera aku mencoba membersihkan bukuku dengan air parit di bawah jembatan kecil depan sekolah. Aku masih beruntung, bahwa masih ada sedikit bagian tengah dari halaman buku yang masih kering dan bisa ditulis. Hari itu, aku menulis di bagian tengah itu. Walaupun sempit, tapi cukup untuk aku menuliskan beberapa baris kalimat yang berbunyi : ‘Ini Ibu Budi’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun 1984 aku masuk bangku SMP. Tradisi keluarga kami, begitu masuk SMP maka terpaksa harus bersekolah di luar kota. Bilang bapakku, ‘Gak tega melihat anak2nya harus berpeluh capek melawan jauh dan jalanan yang blethokan itu’. Maklum jarak terdekat SMP kurang lebih 14 kilometer, yaitu di kota Sidareja. Di kota kecamatan yang berjarak 6 km itu, sudah mulai ada SMP Negeri baru sekitar tahun 1982.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengikuti tradisi yang sudah ada, berangkatlah aku ke Gombong-Kebumen. Aku bersekolah di SMP Pius setelah gagal ikut seleksi di SMPN 2. Selama 3 tahun aku bersekolah di Gombong, aku pun menyimpan sebuah kenangan indah. Hampir mirip dengan kenangan indah saat SD, kenangan indah inipun terjadi di awal-awal masa sekolah. Berangkat sebagai wong ndeso, rupanya nyaliku agak ciut ketika harus bersaing dengan anak-anak kota sempor itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ulangan pertama bahasa inggris bab Yes-No Question masih jelas aku ingat. Nilaiku saat itu 30 dari skala 100. Gara-garanya, bukan aku tidak bisa atau bodoh. Aku sudah mengerti bab yang diujikan saat itu. Penyebabnya adalah, kurang PD karena nyali yang ciut tadi. Begitu aku selesai mengerjakan, secara gak sengaja aku menoleh dan melihat jawaban teman sebangkuku, Antonius Priyo Djatmiko, dan kulihat jawabannya berbeda dengan jawabanku. Anton saat itu bilang, ‘&lt;em&gt;Ojo nyonto’&lt;/em&gt;. Rupanya, dasar gak PD dan ciut nyali tadi itu, aku pun memutuskan untuk mengganti beberapa jawaban yang sebetulnya sudah benar. Alhasil, jadilah saya beroleh nilai buruk terendah selama hidupku ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kenangan indah semenjak aku berkeluarga begitu banyak didominasi oleh hiruk pikuk aku menanti saat-saat kelahiran ketiga anak-anaku. Kelahiran anak pertama Dykall, kami sambut begitu heboh. Tanpa saudara dekat yang dapat membantu, belum ada pengalaman, rumah sakit cukup jauh dan waktu kelahiran yang jatuh di pagi dini hari adalah kenangan-kenangan yang membanggakan kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kelahiran anak kedua, Galyh, tak kalah hebohnya. Satu hari sebelum lahir, aku masih berdinas luar di Surabaya. Aku harus merelakan acara hari terakhir di sana untuk persiapan kelahiran tersebut. Belum genap aku 20 jam sampai di Balikpapan, aku berkemas mengantar istri ke RS Restu Ibu. Kalau saat kelahiran Dykall, aku masih sempat mendampingi istri, maka kali ini jelas tidak mungkin. Aku harus mendampingi Dykall bermain-main di luar ruangan. Sementara juga lebih gak mungkin aku mengajak Dykall bermain di ruang bersalin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anak ketiga, Nahyung, terlahir dalam kenangan yang tidak kalah indah. Walaupun status suami siaga full bisa aku jalani, tetap ada saja kehebohan indah yang asyik. Oh iya, gak tahu kenapa, di tiga kelahiran anak-anak kami, selalu sedang tidak ada PRT di rumah. Timing kejadiannya mirip dengan kelahiran kedua, ba’da shubuh. Namun kali ini ada tambahan heboh, yaitu Dykall sudah kelas 1 - SDIT Al Auliya. Saat kami berkemas, dia belum bisa dibangunkan. Kami terpaksa harus segera berangkat karena tanda-tanda kelahiran sudah semakin jelas. Kami tinggalkan Dykall tidur sendiri di rumah sementara Galyh terpaksa kami bangunkan dan kami ajak ke RS. Kami menitipkan Dykall kepada tetangga baik kami, Om Zulfi dan Mbak Rani, bahkan via Phone.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti juga panjenengan semua, tentunya masih banyak kenangan-kenangan indah yang lainnya. Namun dari beberapa contoh di atas, &lt;strong&gt;seolah kok ada benang merah yang sama bagi hal-hal yang akhirnya membekas dan terukirlah sebagai kenangan yang terindah&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Benang merah itu adalah adanya keberhasilan melewati proses-proses sulit, struggling. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Dalam kasus aku, bukan hasil akhir yang terasakan lebih indah untuk dikenang, akan tetapi proses. Proses yang optimal dengan memberdayakan segala potensi yang ada ternyata jauh lebih nikmat dan lebih membanggakan untuk kukenang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gede Prama begitu banyak menceritakan masa-masa sulitnya ketika belum berposisi seperti saat ini. Para pendaki gunung, hampir pasti akan lebih suka menceritakan bagaimana mereka menempuh jalu-jalur pendakian yang tersulit daripada indahnya suasana sunset atau pesona bunga eddelweis. Cerita para tokoh sukses pun demikian, jauh lebih banyak terisikan hal-hal seperti ini. &lt;strong&gt;Sorak sorai dan tepuk tangan penonton, medali dan hadiah termahal hanyalah pelengkap kenangan indah bagi para sang juara&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kehidupan adalah rangkaian sekian banyak kenangan. Semua hal yang termungkinkan tercipta, tersaji dan teralami oleh kita adalah kenangan. Gak mungkin kita untuk menghilangkan, kecuali sekedar melupakannya. Idealnya, tidaklah ada yang namanya kenangan-kenangan buruk, terkecuali bagi si Orientasi Hasil. Sementara bagi si Orientasi Proses, semua kenangan adalah indah adanya. Segalanya memungkinkan untuk ditransformasikan menjadi energi yang dahsyat. Pengalaman dengan hasil buruk, bahkan tidak jarang justru mampu memompa energi positip yang jauh lebih melimpah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;So, Siapa Takut Dengan Kenangan! Nikmatilah kenangan indah yang ada dan teruslah menciptakan kenangan-kenangan indah yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Wallohu A'laam##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-5229296249402264746?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/5229296249402264746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=5229296249402264746&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/5229296249402264746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/5229296249402264746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/kenangan-terindah.html' title='Kenangan Terindah'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-2303391317719861874</id><published>2007-03-14T16:30:00.000+08:00</published><updated>2007-03-14T16:38:43.514+08:00</updated><title type='text'>Makna Kata Yang Digeser</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita semua pasti gak asing lagi sama kata2 : &lt;strong&gt;kerja sama, saling bantu, sinergi, berjamaah, networking, kompromi atau esprit de corps&lt;/strong&gt;. Aslinya, makna yg dikandung adalah positip &amp; untuk tujuan positip juga. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tapi apa yg kini banyak terjadi di sekitar kita?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Belum lama ini kita mendapatkan istilah ‘&lt;em&gt;korupsi berjamaah’&lt;/em&gt; para anggota DPRD. Ada juga bentuk2 ‘&lt;em&gt;kompromi’&lt;/em&gt; antara pihak yg bertikai atau tersangka dg tim penyidik atau jaksa&amp;amp;hakim. ‘&lt;em&gt;Networking’&lt;/em&gt; hampir sudah jamak dipakai oleh para broker proyek kepada aparat penguasa untuk mendapatkan proyeknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bentuk ‘&lt;em&gt;kerja sama’&lt;/em&gt; lebih diartikan sebagai nurut abis, gak boleh beda atau loyalitas mutlak kepada pihak tertentu. Para penguasa pun turut ‘&lt;em&gt;membantu’&lt;/em&gt; rekan &amp; kerabat di dalam mendapatkan pekerjaan baru. Senada dg kata2 tsb, &lt;em&gt;'Esprit de Corps'&lt;/em&gt; pun tidak jarang terimplementasikan sebagai bela &amp;amp; selamatkan habis buat diri &amp; konco2 tanpa melihat benar-salah juga tanpa prioritas mampu-tidak mampu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Wuiihh&lt;/em&gt;,… repot memang. Dalam sebuah kubangan berlumpur, sebuah mutiara pun tidak akan terlihat beda dengan batu kali. Sama-sama hitam, tanpa kilauan indah, kotor, jorok dan yang pasti,...  tak ada yang tertarik apalagi kepikiran untuk mengkoleksi atau menjualnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Indonesia, suka gak suka adalah mirip dengan kubangan berlumpur itu.Kita memang makin pintar bermain kata2. Sebuah kata tidak lagi bermakna tunggal yang lugu. Kita sangat kreatif, kita juga teramat inovatif. Namun sayang, kreatifitas &amp; inovasi tersebut lebih banyak berniatkan hal2 yg tidak maslahat. Begitu banyak motif keserakahan &amp;amp; motif kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di luar sejumlah kata2 di atas, masih banyak kata2 lain yg juga sudah bergeser makna. Ke depan, hampir pasti lebih banyak lagi bahkan mungkin akan bergeser lebih menjauh. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Adakah kita justru termasuk di dalamnya&lt;/strong&gt;?&lt;/span&gt; Semoga tidak, untuk kali ini dan akan datang. Wallohu A’laam ##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-2303391317719861874?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/2303391317719861874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=2303391317719861874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/2303391317719861874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/2303391317719861874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/makna-kata-yang-digeser.html' title='Makna Kata Yang Digeser'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-2231953634684579118</id><published>2007-03-14T15:34:00.000+08:00</published><updated>2007-03-14T16:29:12.740+08:00</updated><title type='text'>Kawansku Hebat, Leave The Comfort Zone</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Seminggu terakhir, aku bertemu dengan dua kawan yang secara berkebetulan memeiliki sesuatu yang saya saluti. Kedua kawansku sama-sama mengambil keputusan berani yang jika dilihat dengan kacamata orang kebanyakan, pastilah akan menilai bahwa keputusan tersebut adalah keputusan ngawur, bodoh, tidak masuk akal atau bahkan dianggap gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kawan, beliau bernama Fikobena, karib semenjak di SMA I Surakarta hingga terakhir sama-sama bekerja di BUMN Telekomunikasi di Kota Balikpapan. Dengan penghasilannya saat ini, bisa dibilang kehidupannya cukup mapan. Penghasilannya sebagai karyawan cukup memadai untuk membiayai kebutuhan hidupnya, meski tidak bermewah-mewah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 13 Maret 2007, di dalam daftar pegawai yang disetujui permohonan pension dininya, aku melihat nama Mas Fikobena ada di antara mereka. Mas Fiko telah memutuskan resign dari perusahaan kami dan bersiap memulai ‘&lt;em&gt;kehidupan baru’&lt;/em&gt; yang belum jelas bayangan kemapanannya. Satu alasan sederhana dari beliau, “&lt;strong&gt;Aku kepengen mencoba kehidupan lain. Hidup yang hidup, ada turun- ada naik, ada korelasi langsung antara usaha dengan hasil (nafkah)&lt;/strong&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Fiko telah meninggalkan zone kenyamanannya menuju zone &lt;em&gt;’ketidakpastian’&lt;/em&gt;. Tidak mudah untuk mengambil keputusan semacam ini. Banyak pihak harus dirujukkan, terutama keluarga dan kerabat. Dan yang terpenting lagi, menselaraskan anaks dan isteri untuk bersiap memasuki zone yang baru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kawan lain, bernama Mas Heri. Beliau memutuskan mundur dari profesinya sebagai PNS di kalangan Pemkab Penajam Paser Utara. Beberapa alasan yang beliau ungkap antara lain adalah beliau merasa masuk sebagai PNS melalui jalur KKN, meski hanya karena keberadaan kerabatnya yang terlibat sebagai panitia penerimaan. Alasan lainnya adalah rasa kurang leluasa atas peran dakwah yang terbatasi oleh profesi lamanya. Beliau ingin mencari jalur profesi lain yang lebih selaras dengan aktifitas dakwahnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Mas Fiko, Mas Heri pun pasti tidaklah mudah merujukkan keputusan &lt;em&gt;’gila’&lt;/em&gt;_nya itu. Bayangan keluarga dan kerabat atas kehidupan yang lebih baik, seolah buyar sudah. Tidak tertutup kemungkinan, bentuk-bentuk ketidak setujuan, cemoohan bahkan ancaman atas keputusannya itu. Tapi, karena itulah aku menganggap mereka huueebats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berani meninggalkan comfort zone, merujukkan keluarga dan kerabat atas keputusan ’gila’ dan bersiap diri dengan kehidupan baru yang belum pasti, yang tidak jarang malahan ’lebih buruk’&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kawans, selamat menempuh hidup baru. Semoga lebih sukses dan lebih hidup tentunya. Amin ##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-2231953634684579118?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/2231953634684579118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=2231953634684579118&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/2231953634684579118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/2231953634684579118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/kawansku-hebat-leave-comfort-zone.html' title='Kawansku Hebat, Leave The Comfort Zone'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-8294419704175803409</id><published>2007-03-06T08:38:00.000+08:00</published><updated>2007-03-06T08:52:45.244+08:00</updated><title type='text'>Am I Still A Child?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di rumahku, ada 2 pangeran kecil dan 1 bidadari mungil. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;…, sebuah anugerah mewah namun juga sebuah tantangan &amp; tugas super berat, berjangka panjang dan longterm effects. Selama 24 jam aktifitasku, hampir-hampir tidak ada lagi barang sesaat saja yang bisa ‘bebas’ atau terlepaskan dari ‘kekuatan sandra’ para pangeran kecil itu. Semua aktifitas diamati, ditonton dan sering sekalian ditauladani. Padahal, aku merasa banyak hal yang belum pantas dianggap sebagai tauladan. Wah repot amat yaaa...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bilang orang pintar, dunia anak adalah dunia bermain. Maunya bermain terus, kapan pun dan di manapun. Kalaupun harus dan mau untuk &lt;em&gt;break&lt;/em&gt; dulu, mereka selalu menginginkan adanya hal pengganti yang tidak kalah menarik. Mau makan kalau kesukaannya, urusan sehat gak sehat kagak peduli. Mau mandi, mau mengaji, mau belajar, atau mau sholat kalau ada gimmick terbaru yang tidak kalah dengan &lt;em&gt;gimmick2&lt;/em&gt; sebelumnya. &lt;strong&gt;Hmm, ueenak memang jadi anak2.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, &lt;strong&gt;anak2 menjalani masa2 ‘permainannya’ tanpa sebuah visi&lt;/strong&gt;. Imajinasi mereka bergerak di seputaran yang enak2, yang asyik &amp; ramai, ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari lainnya, kurang peduli dan ingin segera dipenuhin atas apa yang dimintanya. Cita2 &amp;amp; keinginan akan bentuk masa depannya lebih banyak terucapkan sebagai sebuah pengulangan dari bisikan orang2 di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Para pangeran kecil sulit menerima sebuah kegagalan, kekalahan, penolakan ataupun penundaan&lt;/strong&gt;. Maunya kapan diinginkan, saat itu juga dipenuhi secara memuaskan sesuai ekspektasinya. Bentuk2 ungkapan diri yang terkait dg hal2 tersebut juga khas. Kalau kalah nglokro, tapi kalau menang nyombong. Kalau miskin minder, ning kalau kaya pamer. Dan semacamnya juga untuk hal2 lain. Ketika si sulung merasa ‘disakiti’ oleh keputusan orang tuanya, terkadang muncul bentuk2 balas dendam kepada adik2nya.&lt;br /&gt;.….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sesekali saya menengok &amp; sedikit menelisik ke dalam diri saya&lt;/strong&gt;. &lt;em&gt;Phisically&lt;/em&gt;…., kulihat diri ini memang jauh lebih besar. Tenaga lebih kuat, teriakan suara pun lebih lantang. Ada memang hal yang memburuk, kulitku tidak lagi sehalus kulit para pangeranku. Demikian juga, bola mataku tidak lagi sebening bola mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak sedikit masuk, &lt;strong&gt;saya bertemukan dengan bentuk2 kekhasan anak2 yang masih dengan ayemnya tinggal di diri ini.&lt;/strong&gt; Aneka olah, polah dan tingkah yang tidak bervisi masih cukup banyak. Masih agak jelas terlihat, seolah dunia tua juga dunia bermain semata. Pola pikir ‘kekinian’ masih lebih kuat tinimbang perhitungan2 untuk masa nanti. Energi kehidupan seolah hanya bisa ditumbuhkan dengan gimmick systems. Masih juga sering kujumpai, bentuk2 kekecewaan &amp;amp; bangga secara berlebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nek ngono, lha njuk opo bedane aku karo anak2ku?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti ada yang salah nich. Kalau dunia anak itu identik dengan bermain, ingusan, njalukan, selfish, kurang ini dan itu memang wajar. Makanya pantas pula kalau disebut masa kanak2. Tuhanlah yang menciptakan keadaan seperti ini. Defaultnya ya seperti itu, bahwa masa kanak2 adalah masa2 pembimbingan secara total. Fisik-non fisik, dunia-akherat, dan shortterm-longterm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, ada banyak hal yang tidak proporsional. &lt;strong&gt;Tua tapi kekanak2an, tua tapi belum dewasa&lt;/strong&gt;. Semestinya, ada yang aku pertahankan dan ada pula yang harus aku rubah atas segala karakter kanak2ku. Apalagi dengan tugas sebagai mentor &amp; pembimbing utama atas taruhan masa depan anak2ku, gak mungkin banget kalau ternyata aku gak beda dari mereka. S1 ngajar S1 saja aneh, apalagi kalau TK ngajar TK. Bisa nggak karuan jadinya dech.&lt;br /&gt;……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Einstein pernah bertutur, bahwa nilai atau kekuatan sebuah imajinasi jauh lebih tinggi dari ilmu pengetahuan&lt;/strong&gt;. Dalam konteks agama, pernah saya dengar dan juga baca, bahwa kedudukan seorang ahli ilmu di hadapan Tuhan adalah jauh lebih tinggi dari seorang ahli ‘ibadah. Tuturan Einstein di atas, sudah tentu bukan sebuah aktifitas &lt;em&gt;copy paste&lt;/em&gt;. Gak mungkin laah, orang sekelas beliau akan seperti itu. Kalaupun ada sumber inspirasi, &lt;em&gt;at least&lt;/em&gt;, beliau telah bertutur dalam kadar pemahaman &amp;amp; keyakinan tertinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So, When will I be A Father, not be A Child one..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-8294419704175803409?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/8294419704175803409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=8294419704175803409&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/8294419704175803409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/8294419704175803409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/am-i-still-child.html' title='Am I Still A Child?'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-6061259203745579387</id><published>2007-03-05T16:38:00.000+08:00</published><updated>2007-03-05T16:42:08.144+08:00</updated><title type='text'>Karena Aku Bukan Seorang Nabi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam sebuah kesempatan langka di atas ferry penyeberangan menuju Balikpapan, terjadilah obrolan seru antara aku dg 2 kawanku, &lt;strong&gt;Abang Gusmar si Aufklarung &lt;/strong&gt;itu &amp; Mas Opik sang driver. Obrolan kali itu sebetulnya sdh terawali semenjak pertama kami berangkat dari Bumi Paser Tanah Grogot yg hingga sampai di pelabuhan ferry Penajam yg perlu wkt kurang lebih 2,5 jam. Topik obrolan pun ngalor-ngidul-gado2,… ada olok2an buat si bujang tua Mas Opik, ada jg masalah2 di kantor, guyonan ttg ‘&lt;em&gt;haramnya’&lt;/em&gt; rokok hingga bahasan2 buku2 bagus karya Agus Mustofa. Semuanya menarik, lagian ngapain jg segitu lama kita ngobrol klo gak menarik. Namun,… ada hal yg paling menarik,... yakni aku ketambahan satu kosa kalimat baru, &lt;strong&gt;‘Karena Aku Bukan Seorang Nabi’&lt;/strong&gt; yg terucap berulangkali oleh Bang Gusmar terutama dlm kondisi terpepet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semua pasti jg sdh ngeh,.. bhw selain nabi ya bukan nabi.&lt;/em&gt; Seorg Gusmar sdh pasti bukan seorg nabi. Kalaupun masih ada nabi betulan, paling2 jg si NABIla, si NABIta, si NABIra atau yg sejenis itu. Tapi mengapa kok seseorg merasa mjd lebih ringan scr psikologis ketika berucap spt halnya &lt;strong&gt;‘Karena Aku Bukan Seorang Nabi’&lt;/strong&gt; itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan senada yg jg sangat populer ‘Rocker Jg Manusia’, pun dmk jg. Ketika sesorg berkinerja buruk, tdk jarang ungkapan tsb mjd andalan terdepan guna menjaring sejuta pemakluman dari org2 di sekitarnya. Ujung2nya biasanya gak jauh2 dari ja-im, jaga image biar diri terlihat sempurna. Walah, jebule ki mung ngapus2 thok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lalu,... di mana &amp;amp; kapan waktunya bhw dua ungkapan indah tadi itu tepat utk dipakai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sudah pasti, tidak tepat dipakaikan ketika kita berkinerja buruk sementara ikhtiar yg kita lakukan belumlah optimal. Tdk pantas kita berucap ‘Karena Aku Bukan Seorang Nabi’, saat kita masih gagal menghentikan merokok sementara upaya utk itu belum maksimal. Tdk semestinya jg kita mengucap bhw 'kita jg manusia' sekedar utk sebuah pembenaran negatif ttg sifat2 manusiawi kita itu. Kasus2 lain pun tdk sulit utk kita menemukannya. Sebut saja buat menghilangkan kebiasaan2 buruk bangun telat, boros, kikir, tamak, iri dengki, dendam, malas, ghibah, pemarah, korupsi, maling dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dg ungkapan2 yg sama persiis, … mengapa kita terlampau kurang memposisikannya pd sisi yg positip?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad memang uswah utama, bahkan bagi siapapun. Beliau sebegitu seringnya mengedepankan sisi2 sbg manusia biasa, tapi bukan dlm rangka utk pembenaran diri. Tapi justru sebaliknya, utk menyemangati ummatnya. Bahwa beliau seorang nabi, itu adalah takdir yg tdk bisa ditiru oleh siapapun. Namun bhw beliau mampu berkinerja dg begitu istimewa, adalah tak lepas dari ikhtiar2 optimal beliau sbg seorang manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter beliau sbg pribadi unggul, adalah hal yg tdk mustahil akan juga bisa diraih oleh siapapun. Bukti konkret pun sgtlah banyak. Karakter2 unggul pun ternyata bersemai pada sekian banyak sahabat beliau bahkan hingga sekian banyak generasi. Utk hal ini, insyaalloh pun hingga kini. Hampir pasti kita akan merasa sulit utk menyebutkan siapa yg lebih mulia di antara mereka itu. Kalaupun ada sisi2 lebih atau keistimewaan khusus,… itu fitrah saja. Namun scr umum, memang sulit utk menilai siapa yg termulia di antara mereka krn mereka semua sungguh mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kepintaran manusia memang tertampilkan di mana2. Sebagian memang pantas kita acungi jempol sbg tonggak kemajuan. Namun, sebagian yg lain justru lebih pas disebut sebagai tonggak kemunduran. Kebohongan yg dikemas dg data manipulatif &amp; argumentasi yg seolah meyakinkan sdh tdk sulit utk kita temukan. Nah, termasuk dlm kebohongan ini yaitu kebohongan diri, yg salah satunya adalah munculnya upaya2 ‘pintar’ mencari bentuk2 pembenaran diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,… memang betul bhw kini kita hidup dlm alam kepintaran yg kebablasan, tanpa kendali. Kata2 atau ungkapan2 indah sejatinya tdk pernah berubah makna. Kitalah yg dg nakalnya hingga mampu membuat tafsir2 atau definisi2 baru. Hasilnya, &lt;em&gt;Makna2 seolah bergeser &amp;amp; mjd makna2 baru&lt;/em&gt;. Itu semua karena kita berangkat dari titik yg salah. Titik yg semestinya itu bernama Alloh Robbul ‘Alamiin, Innaa lillaahi Wa Innaa Ilaihi Roji'uun. Namun sayang, titik2 itu kini telah tergantikan oleh titik2 lain yg tergabung dlm konsorsium besar bernama ‘PT Hubuddunnya, Tbk’. ##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-6061259203745579387?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/6061259203745579387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=6061259203745579387&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6061259203745579387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/6061259203745579387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/dalam-sebuah-kesempatan-langka-di-atas.html' title='Karena Aku Bukan Seorang Nabi'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-7898865785374336844</id><published>2007-03-05T16:23:00.000+08:00</published><updated>2007-03-05T16:35:02.321+08:00</updated><title type='text'>Don't Say A Word</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Beberapa waktui yg lalu, ada sebuah iklan film untuk Bioskop TransTV,… kalau gak salah judulnya “Don’t Say A Word”. &lt;strong&gt;Aku pikir judul tsb sangat menarik, mosok kita gak boleh ngomong bahkan sebuah kata sekalipun&lt;/strong&gt;. Aku gak ngerti isi film tsb, karena aku sendiri juga gak nonton filmnya. Habis jam tayangnya cukup malam sih, minimal ya untuk ukuran aku. Aku memang sudah terbiasakan tidur sangat awal, yah sebelum jam 22.00 wita. Etung2 biar lebih ringan saat bangun paginya, minimal sholat shubuh gak telat atau lebih bagus lagi,… masih berkesempatan untuk sholat sunat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Kalau boleh,… &lt;strong&gt;aku coba mengartikan ‘Don’t Say A Word’ sebagai larangan untuk omongan2 yang gak ada buktinya&lt;/strong&gt;. Dilarang berbohong, dilarang mengkibuli, dilarang berjanji manis atau merayu-rayu jika saja kesemuanya ini bakal gombal adanya alias gak ada bukti yg bakal ditepati.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Is It?......&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Saat2 pemilu, pilpres atau pilkada adalah saat2 bertabur janji. Gak lagi terhitung jumlah &amp;amp; macamnya. Sptnya, apapun yg diminta para calon pemilih, entah kontrak politik, janji perbaikan ini-itu atau janji mensejahterakan atau lainnya lagi,…. hampir pasti akan diiyakan oleh si ‘BakalCalon’ tsb. &lt;strong&gt;Perkara realistis atau tidaknya tuntutan2 tsb gak dipikirkan&lt;/strong&gt;. ‘Yg penting, aku terpilih dulu’, prinsip mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Begitu mereka terpilih, janji2 tadi bahkan dilengkapi dg sumpah atas nama Tuhannya, diucapkan dihadapan public bahwa mereka akan dan atau tidak akan begini-begitu. Para pemangku jabatan PNS dari tingkat bawah hingga presiden pun demikian. Tapi kenyataannya selanjutnya, …… ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Janji gombal juga popular di kalangan para remaja. Banyak para orang tua yg memakainya sbg senjata andalan untuk anak2nya. Dalam kesempatan lain, dipakai juga oleh para atasan kepada bawahan, penjual kepada pembeli, dokter kepada pasien, majikan kepada buruh termasuk juga para penegak hukum kepada para terdakwa atau tersangka. &lt;strong&gt;Tidak sekedar janji, malahan ada yg lebih jauh lagi, yakni memeras. Sudah dikibuli diperas lagi&lt;/strong&gt;. Hh hh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Bahwa ada saatnya bahwa kata2 tidak lagi punya makna adalah BENAR adanya. Terlalu sering kita dijanjiin sekaligus dikhianatin. &lt;strong&gt;Bodohnya kita, sering kita itu belum nyadar&lt;/strong&gt;. Kadang bahkan lebih bodoh lagi, manakala yg ngejanjiin tsb adalah pihak yg memiliki ikatan emosional dg kita. Langsung percaya saja, mungkin 1000%. Huuuhh, …..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;'Don’t Say A Word'&lt;/strong&gt; mengingatkan kita, berhati2lah dg janji. Kita haruslah berhitung betul, seberapa realistis janji yg akan kita berikan kepada siapapun. Bukan maksudnya utk menarik diri utk tidak usah berjanji. Janji adalah wajib sepanjang kita mampu. Janji adalah penguat atau komitmen atas niatan di hati kita. Janji adalah bagian tak terpisahkan dari aktualisasi amal sholeh. &lt;strong&gt;Janji jelas bukanlah alat untuk meraih simpatik apalagi sekedar buat kepentingan sempit pribadi atau golongan&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Aku sangat setuju, …. kini saatnya kita utk &lt;strong&gt;‘Don’t Say A Word’&lt;/strong&gt;, tapi &lt;strong&gt;‘Say With Proof’&lt;/strong&gt; atau lebih halus lagi,… &lt;strong&gt;‘Say With Flower’&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Tetaplah terus berjanji, tapi janji yg terukur scr optimal&lt;/strong&gt;. Kontentsnya, harus benar-mulia-menantang. Anda punya pendapat? Wallohu A’laam,… ##&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-7898865785374336844?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/7898865785374336844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=7898865785374336844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/7898865785374336844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/7898865785374336844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2007/03/dont-say-word.html' title='Don&apos;t Say A Word'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-114351932775149920</id><published>2006-03-28T11:45:00.000+08:00</published><updated>2006-04-04T12:52:42.176+08:00</updated><title type='text'>Harapan Meleset? Positif Aja Dech,....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Manusia Normal Adalah Berpengharapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia normal, tentu saja kita memiliki sekian banyak harapan, keinginan, cita-cita atau apalah namanya. &lt;strong&gt;Pasti akan aneh sekali, jika saja masih ada seorang anak manusia yang tidak memiliki akan hal-hal tersebut. &lt;/strong&gt;Tumbuhan saja, pasti memilikinya. Binatang pun demikian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tumbuhan memang tidak dapat menyuarakan apa-apa saja yang menjadi keinginannya. Namun, tanpa suara yang dapat kita dengar, bukan juga berarti bahwa di dalam diri tumbuhan tersebut tidak terdapat hal-hal yang ingin disuarakan. Mau bukti? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Cobalah tengok dan lihat pepohonan yang ada di sekeliling kita. Kita bisa ambil contoh beberapa tanaman pot yang selama ini kita perlakukan secara berbeda. Ada yang kita rawat secara maksimal, sekedarnya atau bahkan tidak sama sekali, jor klowor. Ada perbedaan? So pasti dong. &lt;strong&gt;Dari tanaman yang kita rawat dengan baik,&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;seolah ada ungkapan terima kasih yang begitu tulus, sebagai tanda bahwa ada keinginan yang terpenuhi berkat uluran tangan kita&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang pun pasti dan pasti memiliki harapan, keinginan atau cita-cita. Dapat dengan jelas kita bedakan, keceriaan seekor burung yang hidup di alam bebas dengan seekor burung lain yang terpaksa hidup di dalam sangkar. Walaupun harus bermandiri ria, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;keceriaan si burung di alam bebas akan terlihat lebih bersemangat bukan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kehidupan manusia, Alloh SWT lebih menyukai para hambaNya yang rajin berdo’a kepadaNya. &lt;strong&gt;Dari do’a itulah, mereka menunjukkan rasa tingkat kebergantungan atasNya yang tinggi&lt;/strong&gt;. Bukan kebergantungan yang asal nggantung, tapi sebuah keyakinan bahwa Alloh-lah &lt;em&gt;The Decision Maker&lt;/em&gt;, sehingga sudah seharusnya kita menghamba kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih Banyak Yang Tak Sesuai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak pengharapan, hampir mustahil bahwa secara keseluruhan pengharapan-pengharapan tersebut akan tercapai secara sempurna. &lt;strong&gt;Ada saja celah yang menyebabkan ketidaksempurnaan tersebut&lt;/strong&gt;. Beragam celah ini, antara lain adalah setting goal terlalu tinggi, ikhtiar yang tidak maksimal, gangguan factor eksternal dan ketentuan qodha &amp;amp; qadar Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang, &lt;strong&gt;semakin tinggi kita berharap maka semakin besarlah kemungkinan kita terkecewakan&lt;/strong&gt;. Oleh karenanya, berbahagialah bagi siapapun yang ikhlas mensetting harapannya yang secukupnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengharapan atas diri sendiri saja menyimpan potensi ketidaksesuaian pemenuhan sebegitu banyaknya, apatah lagi dengan harapan atas pihak lain. Tidak peduli, bahwa sebetulnya, harapan kita tersebut mungkin lebih layak untuk diprioritaskan oleh pihak-pihak lain. Kita ambil contoh, budaya merokok misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang membantah argument kita bahwa merokok itu menyakiti diri, menyakiti juga orang lain, boros, mengganggu orang lain, menimbulkan bau jorok dan lain sebagainya. Namun bagi para perokok, apakah akan serta merta bersiap untuk stop merokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pendakwah, sangat relevan kita berharap, semoga masyarakat segera tersadarkan akan nilai-nilai keislaman, mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan selanjutnya menyatu bersama barisan kita bersam-sama mendakwahkan kepada anggota masyarakat lainnya. Namun, apakah akan semudah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanamkan nilai-nilai islam, yang paling sederhana sekalipun, kepada anak-anak kita yang masih kecil, juga menyisakan cerita yang tidak jauh berbeda. Dengan polah tingkah khasnya, selalu saja ada hal-hal yang terlewatkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;Cukup sering kita disuguhi banyak hal yang ‘&lt;em&gt;tidak lebih bahkan kurang’&lt;/em&gt; dari setting pengharapan kita.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selalu Saja Ada Banyak Hal Positip&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun bentuk pemenuhan atas segala pengharapan kita, &lt;strong&gt;pastilah ada hal-hal positip yang menyertai&lt;/strong&gt;. Alloh memiliki tiga bentuk jawaban atas do’a para hambaNya, yaitu dikabulkan secara langsung, diganti dengan bentuk lain dan ditunda hingga waktunya tepat atau menjadi semacam deposito bagi ybs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bahwa diperlukan sebuah sensitifitas tertentu untuk bisa menangkap hikmah-hikmah positip adalah memang benar adanya&lt;/strong&gt;. Untuk mampu merasai bahwa suatu makanan adalah asin, manis, kecut atau lainnya saja, diperlukanlah lidah yang sehat. Demikian pula untuk merasai hikmah-hikmah positip tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun sensitifitas yang semakin tinggi dalam menangkap hikmah-hikmah positip adalah bagian dari hal positip tersebut. &lt;strong&gt;Laksana sebuah pisau, semakin sering kita mengasahnya, maka akan semakin tajam&lt;/strong&gt;. Demikianlah adanya dengan ketajaman pisau sensitifitas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selalu Saja Ada Jalan-jalan Lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh SWT telah mengkomunikasikan beberapa hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;‘ …… bahwa tidak ada yang sia-sia atas apa yang telah Alloh ciptakan,…..’&lt;br /&gt;‘…… bahwa Alloh tidak pernah dzalim terhadap makhlukNya, akan tetapi kitalah yang telah dzalim terhadap diri kita sendiri,…. ‘&lt;br /&gt;‘ …… bahwa bersama kesulitan pastilah ada kemudahan,…. ‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Dengan sensitifitas menangkap hikmah-hikmah yang semakin tinggi, tidak saja kita mendapatkan hal-hal yang ‘&lt;em&gt;menyenangkan&lt;/em&gt;’, tetapi juga hal-hal yang sebaliknya, ‘&lt;em&gt;menyakitkan&lt;/em&gt;’. Dua hal ini selalu dan selalu ada dalam setiap kejadian yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Dibutuhkan banyak effort dan pengorbanan baru di dalam menerimanya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sebuah jalan, ada kalanya naik dan ada kalanya juga menurun. Dua-duanya tersertai oleh kemudahan, kesulitan dan resiko yang seimbang. Andai saja kita berani untuk mengambil jalan yang menaik, maka akan semakin terbukalah lebih banyak lagi jalan-jalan lain. &lt;strong&gt;Sudah tentu, terhadap jalan yang menurun pun, kita sudah siapkan rem dan tingkat konsentrasi kemudi yang terbaik.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selalu Saja Ada Pembelajaran &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Berpengharapan adalah normal dan sehat.&lt;/strong&gt; Tidak realistis rasanya, andai kita tidak tahu bahwa akan ada ketidaksesuaian yang lebih banyak tinimbang yang sesuai atas semua pengharapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berpengharapan yang luwes adalah yang lebih stretch, yang lebih realistis dan yang lebih antisipatif&lt;/strong&gt;. Lebih stretch, maka akan menarik diri ke dalam optimalisasi diri yang tertinggi. Lebih realistis, maka akan membangunkan dan menjaga sikap dan perilaku jujur dan objektif. Sementara, dengan Lebih antisipatif, maka akan semakin mungkin kita terhindar dari keputus-asaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Jadi apa tindakan terbaik bagi segala pengharapan kita yang meleset?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak ada yang meleset begitu saja, kok. Ada tiga kemungkinan bentuk seperti yang dijanjikan Alloh di atas. Bahkan, pada tingkatan &lt;em&gt;penerimaan&lt;/em&gt; tertentu, seseorang tidak perlu membedakan antara sesuai dan tidak sesuai. Pasalnya, apapun bentuk pemenuhan atas sebuah pengharapan, selalu saja dia menganggapnya sesuai, lalu diikutinya dengan sikap ikhlas, ridlo dan suka cita. Nah, buat pembelajaran kita,.... &lt;strong&gt;Kiranya cukup dengan slogan "POSITIP Aja Dech ...... "&lt;/strong&gt; Wallohu A’lam ###&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-114351932775149920?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/114351932775149920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=114351932775149920&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114351932775149920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114351932775149920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2006/03/harapan-meleset-positif-aja-dech.html' title='Harapan Meleset? Positif Aja Dech,....'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-114302519605847747</id><published>2006-03-22T18:54:00.000+08:00</published><updated>2006-03-22T20:43:12.853+08:00</updated><title type='text'>BERBEDA Ala Power Ranger</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pesona Power Ranger (PR) di mata saya, ternyata belum berhenti pada attraksi perubahan yg begitu simple dan padat makna. Transformasi, entah di level individu, keluarga ataupun kelompok yang lebih besar, bisa terwakili di dalam pesona dinamika kehidupan kelompok PR tersebut. Benang merah sosok transformasi begitu jelas tervisualkan. Kembangkan potensi diri, optimalkan &amp; sinergikan dengan PR lain sehingga terbentuklah sebuah energi yang paling dahsyat. &lt;strong&gt;Bahkan dengan dua kata saja : BERUBAH lalu BERGABUNG, sebuah transformasi besar bisa dengan sukses akan terlaksana.&lt;/strong&gt; Dalam konteks film PR, outputnya pun sangat jelas, bumi selamat dari penguasaan makhluk jahat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona lain yang juga menarik buat saya adalah nuansa BERBEDA yang sangat kental. Berbeda yang ditampilkan di sini bukanlah BERBEDA yang tidak produktif, tetapi sebaliknya. Dalam setiap film PR, kita bisa amati, bahwa film &lt;strong&gt;PR didesain dengan mengedepankan banyak perbedaan dan kemudian ditunjukkan juga sebuah pengelolaan terbaik atas factor-factor tersebut sehingga bersinergi &amp;amp; akhirnya menghasilkan output terbaik.&lt;/strong&gt; Perbedaan yang ada antara lain adalah ras para pemain, warna kostum ranger, ragam rupa sosok para monster, ragam rupa &amp; guna senjata andalan, latar belakang &amp;amp; aktifitas para ranger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Team PR yang berjumlah 5 orang itu, biasanya terdiri dari 1/2 org berkulit hitam, 1 org bermata sipit/asia dan 3/2 org bule eropa/amerika. Warna kostum ranger juga berwarna warni, ada merah, kuning, hijau, biru dan pink. Para monster sangat beraneka bentuk fisik, namun dengan sama-sama jahat. Senjata andalan masing-masing ranger juga khas dan pasti berbeda dengan ranger lainnya. Demikian juga dengan aktifitas &amp; latar belakang para ranger. Kalaupun sama-sama kuliah, biasanya akan berbeda kelas, atau beda jurusan minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba melihat niat baik para pembuat film PR. Menurut saya, mereka seolah sudah sangat sepakat, bahwa kehidupan adalah warna-warni. &lt;strong&gt;Kehidupan adalah sebuah mozaik indah&lt;/strong&gt;. Kadang tidak cukup untuk kita melukiskan sebuah keindahan hanya dengan beberapa warna, kalau perlu puluhan, ratusan bahkan ribuan warna. Warna tunggal atau kemonotonan sebuah irama adalah hal yang sangat produktif penyebab suasana jenuh dan tidak nyaman. &lt;em&gt;Bisa jadi karena itulah, Alloh, The Great Creator secara sengaja menciptakan kehidupaan ini dalam nuansa beda yang tiada terhitungkan&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Power Ranger, dengan segala perbedaan penyertanya, sanggup mengelola &amp;amp; sekaligus mensinergikan untuk mencapai sebuah misi besar, penyelamatan bumi. Perbedaan adalah fitrah, sunatullah atau kenyataan alam. Inilah blue print kehidupan kita. Coba sedikit kita mengingat, ...... Di saat kita ingin tampil sama dengan baju seragam tim atau sekolah, bukankah karena kita ingin terlihat BEDA dengan kelompok lain. Lalu, di saat kita bersemangat habis dalam meniru tokoh idola kita, tidakkah kita menyimpan alasan yang asli, bahwa bukan sekedar supaya kita sama dengan sang idola, tetapi juga keinginan terlihat atau ternilai BEDA? Dan banyak contoh lainnya,.... &lt;strong&gt;Namun, insyaalloh akan selalu ada hal yang sama, BAHWA SELALU SAJA ADA GOAL UTAMA, yakni Make The Difference.&lt;/strong&gt; Ya Inilah fitrah kita dan kehidupan ini, selalu cenderung kepada BEDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yg bisa melawan sebuah kenyataan alam, termasuk kekuatan sebuah BEDA. Potensi BEDA, Ingin BEDA, Sisi Pandang BEDA, Cara BEDA dan Tujuan BEDA sudah pasti akan bertebaran di mana-mana. Potensi, jelas masing-masing kita dibekali dengan kekhasan tersendiri. Keinginan, Cara dan Target pun demikian polanya. Kalau saja Alloh hanya menciptakan Adam01 dan Adam02, maka sinergi maksimal kehidupan ini akan berlangsung sekedar satu generasi. &lt;strong&gt;Keragaman sebagai ciptaan Alloh adalah bagian dari kemaha-sempurnaanNYA, sekaligus sebagai bahan pembelajaran bagi manusia&lt;/strong&gt;. Oleh karenanya, tugas kekhalifahan pun, hanya akan berhasil dengan sinergi optimal dari sekian juta aneka perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lalu kenapa masih begitu sering kita alergi atau membenci sebuah perbedaan?&lt;br /&gt;Lalu juga, mengapa kita masih menganggap sebuah perbedaan adalah ancaman?&lt;br /&gt;Lalu, mengapa masih begitu minimnya kemampuan kita dalam mengelola sebuah perbedaan?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seperti halnya perubahan, maka perbedaan itu adalah abadi&lt;/strong&gt;. Kalau ini, kata Amien Rais, wis cetho welo-welo. Kepada mereka yang tidak mau berubah, maka dia akan diubah oleh kekuatan luar. Penyikapan atas perbedaan pun demikian. Minimal, penyikapan yang kurang proporsional atas sebuah perbedaan apalagi melawannya, maka akan menyebabkan beban psikis yang tidak ringan. Bisa-bisa memori otak kita akan terpakai cukup banyak untuk hal-hal yang 'membebani' tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemaksaan diri, apalagi kepada orang lain terhadap bentuk-bentuk kesamaan sebagai goal akhir, jelas mubadzir dan unproduktif.&lt;/strong&gt; Ada sebuah kehilangan yang sangat penting yaitu hilangnya potensi sinergi. Padahal, kita sering merasakan, bahwa banyak tugas-tugas yang tidak terselesaikan tanpa sinergi atau kerjasama dengan orang lain. Minimal, kalaupun selesai maka tidak diperoleh hasil yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Power Ranger telah berdaya dengan tatakelola BEDA yang terbaik. Bukan asal tampil beda, wong aslinya memang sudah beda. Perbedaan akan muncul dari banyak factor. Ada beda status social, SARA, kepintaran, keyakinan, pendapat, dan lain sebagainya. Secara ekstrem, bisa dibilang, bahwa jumlah perbedaan yang muncul dari sejumlah manusia adalah jauh lebih banyak dari jumlah manusianya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Suka tidak suka, mau tidak mau,… kita harus menerima fitrah perbedaan ini dengan sikap terbaik.&lt;/strong&gt; Perbedaan adalah potensi sinergi yang kelak dapat menciptakan energi baru yang jauh lebih dahsyat. Dalam ilmu hitung, 1+1 = 2. Namun dalam ilmu bersinergi, 1 + 1 &gt; 2, bergantung kepada seberapa optimal kita mengelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah saran, masukan, sikap kritis, atau beda pendapat adalah energi &amp;amp; asupan gizi buat kekuatan sinergi kita. Kemajuan dunia, apapun bentuknya entah itu teknologi, science, performance pemimpin,...., adalah output sebuah perubahan yang diakibatkan tatakelola yang sinergis dari sekian banyak perbedaan. Meminjam sebuah iklan rokok, &lt;strong&gt;NGGAK ADA BEDA NGGAK RAME&lt;/strong&gt;. &lt;em&gt;[Sorry, bukan ane promosi rokok, wong ane sendiri termasuk anti asap rokok]. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;So,... Kita BERBEDA? Siapa Takut.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Salam Sinergize BEDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Hendras&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-114302519605847747?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/114302519605847747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=114302519605847747&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114302519605847747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114302519605847747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2006/03/berbeda-ala-power-ranger.html' title='BERBEDA Ala Power Ranger'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-114302043715952764</id><published>2006-03-22T17:31:00.000+08:00</published><updated>2006-03-23T20:35:11.576+08:00</updated><title type='text'>Bukan Mereka Menolak,... Tapi Mereka Belum Tahu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pembahasan RUU APP yang hingga kini belum juga usai, sepertinya merupakan pembahasan yang paling ramai jika kita bandingkan dengan pembahasan-pembahasan RUU lainnya. Sebelumnya, kita sudah sempat mengikuti pembahasan RUU Pendidikan, RUU Pemilu, RUU Pemerintahan Daerah, RUU Otonomi Daerah, RUU Perimbangan Keuangan Daerah, RUU Kesehatan dan lain-lainnya. &lt;em&gt;Namun tidaklah seramai seperti pada pembahasan RUU APP yang sekarang ini.&lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu persis, bahwa &lt;strong&gt;RUU-RUU yang lain itu bukanlah tidak lebih penting&lt;/strong&gt;. Bahkan, seperti RUU PemDa dan RUU OtDa, adalah hal yang sangat penting karena akan menentukan bagi kemajuan daerah di mana selama ini begitu banyak dirugikan oleh perilaku pemerintah pusat. Demikian juga dengan RUU Pendidikan &amp; RUU Kesehatan. Jadi apa faktor penyebab dari kekhususan ramainya pembahasan RUU APP kali ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak seperti RUU lainnya yang sekedar memperjelas sebuah aturan main&lt;/strong&gt;, inisiatif munculnya RUU APP juga berangkat dari keprihatinan mendalam atas sebuah budaya masyarakat yang sangat buruk. Nah, dengan RUU APP ini, kita berharap bisa mengubah hal tersebut. Di sisi lain, kita sangat paham, bahwa urusan mengubah sebuah budaya bukanlah hal yang mudah, karena ia adalah jelmaan sebuah kebiasaan yang sudah berlangsung sangat lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adanya kepentingan lain yang bersifat ekonomis dan juga politis&lt;/strong&gt;, pada akhirnya semakin menambah ramai. Pornografi dan pornoaksi, suka tidak suka, adalah sudah terindustrialisasikan. Kedua hal ini, bahkan sudah menjadi komoditi yang laris manis. Hampir bisa dipastikan, siapapun pengusaha yang terjun di dalamnya, maka pasti untung besar. Dari sisi politis, ada anggapan bahwa RUU APP adalah sebuah langkah awal pemberlakuan hokum islam. Maka makin sempurnalah gelombang penolakan, yang sudah barang tentu disuarakan oleh mereka-mereka yang memiliki kepentingan-kepentingan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan atas penolakan RUU APP juga tidak kalah ramai. Beragam asal muasal mereka, ada yang sekedar ikut-ikutan teman, ada yang dari kelompok asal beda, ada juga dari para pelaku industri terkait dan termasuk di dalamnya para politisi dan tokoh yang sekedar ingin numpang tenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit kita flash back pada jaman Baginda Rasulullah SAW, di mana penolakan atas dakwah beliau sudah sedemikian kerasnya. Bukan sekedar demo penolakan dan perang opini, tapi bahkan sudah dalam bentuk kekerasan, terror dan ancaman pembunuhan, termasuk kepada beliau sendiri. Beragam latar belakang penolakan para kaum kafir dan yahudi saat itu. Ada yang bersifat politis dan ada juga yang menyangkut masalah keyakinan atau budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan para kaum kafir dan yahudi atas muatan dakwah Rasululullah, hampir tidak pernah ada. Dengan kemampuan intelektual, kesabaran, niatan yang benar dan tentu juga berkat bimbingan Alloh SWT, setiap bentuk keraguan dan rasa ingin tahu masyarakat selalu saja dapat di selesaikan dengan sempurna. Tidak sekedar mengerti dan paham, tapi tidak sedikit di antara mereka yang bahkan langsung bersyahadat.&lt;em&gt; Ini berarti, baik secara intelektual, emosional dan spiritual mereka terpuaskan maksimal hingga menuntunnya menuju pintu hidayah.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hikmah atas Penolakan RUU APP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak latar belakang penyebab penolakan atas RUU APP, &lt;strong&gt;yang paling relevan untuk dikedepankan adalah karena mereka belum tahu.&lt;/strong&gt; Dulu, sesampainya perjalanan hijrah Rasulullah ke Thaif, perlawanan kaum kafir dan yahudi terus muncul dengan sangat hebatnya. Pada saat itu, muncullah Malaikat Jibril dengan menawarkan bantuan bagi Rasulullah dan sahabat untuk menghancurkan para musuh Alloh yang sudah kelewatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah tidak mengiyakan uluran bantuan Malaikat Jibril tersebut, akan tetapi malah menolaknya.&lt;/strong&gt; Beliau menyampaikan bahwa para musuh Alloh menjadi seperti itu lantaran tidak mengerti. Mereka belum tahu bahwa islam adalah solusi. Mereka juga tidak mengerti bahwa islam is the best. Mereka melawan karena belum sampainya dakwah Rasulullah kepada mereka. Akhirnya, Rasulullah bahkan mendo’akan kalaulah bukan mereka yang bisa ‘mengerti’, semoga anak cucu dan keturunan mereka. &lt;em&gt;Mudah-mudahan, tidak saja mengerti, tetapi juga mampu menjadi pelanjut atas semua perjuangan dakwah beliau.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sebuah pernyataan ‘&lt;strong&gt;karena mereka belum tahu’&lt;/strong&gt; yang dihasilkan dari proses yang jujur, objektif dan ikhlas karena Alloh, pastilah akan memunculkan banyak hal-hal positif.&lt;/em&gt; Dia adalah bahan introspeksi dan evaluasi atas kinerja dakwah yang sangat efektif. Pernyataan itu juga memposisikan para objek dakwah pada posisi yang tepat, mereka bukanlah musuh akan tetapi sebagai saudara kita yang sakit yang patut didekati, diobati dan dido’akan secara lebih intens dan lebih banyak. Sisi positif lainnya adalah, bahwa kita terjauh dari jebakan keterburu-buruan dalam berdakwah. &lt;em&gt;Bukankah Alloh selalu mengajarkan kepada kita bahwa orientasi proses yang optimal adalah jauh lebih baik dan lebih benar tinimbang orientasi hasil semata&lt;/em&gt;. Hasil adalah sekedar alat ukur bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks polemik RUU APP kali ini, di samping kita tetap terus memperjuangkan terundangkannya RUU tersebut, ada baiknya juga kita mulai mengutak-atik, &lt;em&gt;apa dan bagaimana cara terbaik yang bisa kita lakukan sehingga mereka menjadi tahu, menjadi lebih tahu dan selanjutnya bisa seiring sejalan dengan barisan kita?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak buruk seandainya kita mau mengevaluasi kembali efektifitas dan produktifitas dakwah yang sudah kita lakukan.&lt;/strong&gt; Bisa jadi kita belum optimal karena masih terlalu sering berangkat dari bahasa kita. Bisa jadi kita terlihat oleh mereka sebagai kelompoki eksklusif yang kurang membaur dan terlihat selalu gelisah bersama mereka. Atau kita termasuk kelompok perfeksionis, sehingga kurang enjoy dengan perubahan yang lamban dari para objek dakwah. &lt;em&gt;Kesemuanya ini adalah ladang-ladang amalan baru yang sangat menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mendakwahkan Islam adalah laksana berjualan sebuah produk dengan kualitas terbaik&lt;/strong&gt;. Pasti cocok, pasti menguntungkan, pasti memudahkan, pasti dibutuhkan dan pasti awet lagi. Namun, kualitas sebuah produk terbaik tidak lalu menjamin bahwa produk tersebut pasti laku di pasaran. Masih ada faktor-faktor lain yang akan mempengaruhinya yaitu seberapa tahu dan yakinnya para calon pembeli atas fungsi dan kualitas produk tersebut, kemudian kualitas marketing &amp;amp; sales, jaminan after sales, harga yang ditawarkan dan juga yang tidak ketinggalan adalah suasana hati para calon pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kualitas proses dakwah yang optimal, memang bisa jadi tidak akan segera dapat kita lihat sebuah hasil yang spektakular. &lt;em&gt;Tapi bukankah Rasulullah pun mencontohkan secara demikian&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mereka, para penolak RUU APP itu adalah juga saudara-saudara kita&lt;/strong&gt;. Kita patut bersyukur, karena mereka, berarti juga peluang dakwah kita semakin banyak. Semoga bukan memunculkan pesimisme buat kita, apalagi putus asa,... akan tetapi sebaliknya, semoga kita semakin terlatih dan semakin sempurna dalam berdakwah yang pada akhirnya akan semakin meninggikan kualitas kita sebagai insan pejuang yang sejati. Wallohu A’lam ## &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-114302043715952764?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/114302043715952764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=114302043715952764&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114302043715952764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114302043715952764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2006/03/bukan-mereka-menolak-tapi-mereka-belum.html' title='Bukan Mereka Menolak,... Tapi Mereka Belum Tahu'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-114248004509364720</id><published>2006-03-16T11:13:00.000+08:00</published><updated>2006-03-16T12:11:58.350+08:00</updated><title type='text'>BERUBAH Ala Power Ranger</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(51,0,153)"&gt;Perubahan adalah keniscayaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Perubahan adalah abadi sepanjang kehidupan fana ini masih berputar. &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; namanya saja &lt;b&gt;‘dunia yang fana’&lt;/b&gt;, pastilah penuh dengan aneka warna perubahan. Perubahan akan terjadi oleh dua kemungkinan sebab, pertama adalah karena upaya mandiri atau kedua, adalah karena pengaruh kekuatan luar. Perubahan adalah pilihan tunggal. Tidak ada option lain, karena inilah salah satu watak kehidupan yang telah diciptakan Tuhan. Siapa yang enggan untuk berubah, pastilah akan diubah oleh kekuatan lain. &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;That’s sunatullah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Berubah dan merubah adalah misi suci diciptaknNYA makhluk termulia, yakni kita semua ini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;. BERUBAH lebih banyak menghadap ‘&lt;i&gt;ke dalam&lt;/i&gt;’, sementara MERUBAH adalah sebaliknya, yaitu ‘&lt;i&gt;ke luar&lt;/i&gt;’. Dua-duanya saling terkait bak dua sisi mata uang. Tuhan menginginkan bahwa kehidupan dunia berjalan makin sempurna. Dalam tulisan saya terdahulu, desain asli kehidupan adalah sebuah perjalanan membangun gradien/slope positip. Sebuah tugas, apalagi tugas suci dan mulia, selalu membutuhkan energi dan bekal perjalanan yang cukup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Tugas BERUBAH &amp; MERUBAH mungkin akan tidak semudah kisah Power Ranger. Power Ranger hampir selalu menang atau beruntung menang dengan sebegitu mudahnya. Cukup angkat tangan kiri, lihat jam sakti dan mengucap ‘berubah’, maka dengan sendirinya berubahlah menjadi sosok penuh energi dan kemampuan luar biasa yang siap melawan segala kemurkaan para monster raksasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Beruntung memang para Power Ranger itu, mereka sudah didesain dengan default bekal awal yang sangat dahsyat. &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; jam sakti, ada penolong ‘dappe’ atau Ninja Man dan sebuah garis rejeki keberuntungan yang hampir pasti. Satu-satunya usaha mandiri menciptakan energi perubahan adalah kemampuan mengucap ‘&lt;b&gt;berubah&lt;/b&gt;’ dan ‘&lt;b&gt;bergabung&lt;/b&gt;’ secara lantang dan bersemangat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Mungkinkah kita menciptakan sebuah perubahan semudah kisah Power Ranger?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Kita coba urai satu persatu bekal awal para Power Ranger tadi. &lt;b&gt;Pertama adalah kekuatan jam sakti&lt;/b&gt;. Sebuah benda yang siap berkomunikasi dengan sosok manusia biasa pemilik, kapan pun dan siap mewujudkannya menjadi sesosok Power Ranger. Walaupun belum pernah ditampilkan, hampir pasti bahwa kekuatan jam sakti akan bekerja pada kondisi ‘demi keselamatan bumi dari penguasaan makhluk monster yang jahat’. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Kedua, adalah penolong Dappe atau Ninja &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Man.&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt; Sang penolong selalu menempatkan dirinya secara tepat dan bijaksana. Hampir tidak pernah salah sikap dengan memanjakan para Power Ranger sehingga hanya muncul di saat-saat tidak ada kekuatan penyelamat lain. Sang penolong selalu mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Power Ranger. Sesekali muncul sekedar mengingatkan atau memberi semangat. Pada saat para Power Ranger di ambang kritis kekalahan, sementara mereka sudah cukup optimal melawan, maka sang penolong akan turun sendiri untuk mengalahkan para monster jahat. Tidak ada pertimbangan lain, bahwa bumi harus diselamatkan dan di sisi lain, para penegak kebenaran pun tidak boleh dibiarkan mati atau hilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Ketiga, adalah garis keberuntungan. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Sang sutradara film Power Ranger, telah menetapkan bahwa Power Ranger tidak akan pernah kalah telak hingga harus terhilang dari muka bumi sebagai sosok penyelamat. Kondisi terburuk yang mungkin muncul adalah Team Power Ranger akan berada dalam posisi terdesak, habis energi, tidak ada alternative penyelamatan dan seolah sudah berada di ambang kematian. Akan tetapi, setelah itu akan segera datang sang penolong, dan segera juga untuk membereskan para monster durjana sehingga terselamatkanlah bumi dan Team Power Ranger. Selalu ada happy ending.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Rekans,…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Sepintas ketiga hal itu seolah tidak kita miliki. Kita tidak memiliki jam sakti, penolong Dappe atau sebuah garis keberuntungan yang pasti. Akan tetapi,… kalau kita coba kias dan analogikan secara sedikit lebih teliti, kita akan tersadarkan bahwa kita memilikinya jauh lebih dahsyat dari ketiga modal dasar para Power Ranger di atas. &lt;i&gt;Kita memiliki hati nurani, lebih dari sekedar jam sakti&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Kita memiliki Tuhan, yang jelas takkan terbandingkan hanya dengan sesosok Dappe atau Ninja Man&lt;/i&gt;. Terakhir, &lt;i&gt;kita pun yakin akan pernyataan Tuhan, bahwa kita selalu dan akan selalu beruntung&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Kita sepakat, bahwa Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah berbuat dzaliim kepada makhlukNYA. Ini berarti, desain Tuhan atas kita pun demikian. Kita selalu dan akan selalu diposisikan beruntung. Walaupun memang, …. bahwa keberuntungan kita itu bukanlah sebuah keberuntungan given tanpa upaya. Tuhan menetapkan, bahwa DIA tidak akan merestui munculnya sebuah perubahan (=baca keberuntungan) bagi siapapun tanpa adanya upaya yang maksimal dari yang bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Dengan modal dasar yang lebih dahsyat, mestinya akan tercipta proses dan hasil yang juga lebih dahsyat. &lt;i&gt;Lalu mengapa hasil yang kita capai belumlah sedahsyat hasil perjuangan para Power Ranger?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Jawabnya adalah kita kalah semangat saat kita ‘&lt;b&gt;mengucap&lt;/b&gt;’ BERUBAH dan BERGABUNG. Power Ranger dengan totalitas kemampuan dan pengorbanannya, mampu mengucap dua hal itu secara lantang berenergi, bersemangat dan sekaligus mampu mendrive diri dan team. Bisa jadi, ada syarat-syarat tersebut yang selama ini terlewatkan dalam langkah gerak-gerik perubahan kita. Pembelajaran diri [=BERUBAH] dan Bersinergi [=BERGABUNG] adalah kunci yang akan sangat menentukan hasil perubahan yang kita inginkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;…………….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Perjalanan diri dan keluarga menuju performance terbaik, &lt;i&gt;sakinah mawaddah wa rahmah,&lt;/i&gt; pun tak lepas dari keharusan menjalani proses BERUBAH &amp;amp; MERUBAH secara tepat dan optimal. Anggaplah keluarga adalah sebuah Team Power Ranger. Semua anggota keluarga adalah laksana para Power Ranger. &lt;b&gt;Sang kepala keluarga adalah The Leader, The Red Ranger&lt;/b&gt;. The Leader, seharusnya mampu menginspirasi_i, menyemangati, mendorong dan menggerakkan para anggotanya, sehingga masing-masing akan mampu bersuara ‘&lt;b&gt;BERUBAH&lt;/b&gt;’ dengan penuh lantang, berenergi dan bersemangat. Selanjutnya adalah mewujudkan sinergi dengan suara yang tidak kalah lantang, ‘&lt;b&gt;BERGABUNG&lt;/b&gt;’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Albert Einstein memiliki prinsip 10 % INSPIRASI – 90% KERJA KERAS &amp; CERDAS.&lt;/span&gt; Ini berarti, bahwa kekuatan kontribusi sebuah inspirasi hanya barulah 10%, sisanya adalah kerja keras dan cerdas dalam rangka mencapai realisasi ini. Inspirasi hampir tidak bermakna tanpa kerja keras dan cerdas tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Andai berubah saja kita gagal, apa kata anak-anak kecil kita. Setahu mereka, berubah itu guammpang buaanngeeett. Tinggal ANGKAT TANGAN KIRI, LIHAT &amp;amp; FOKUSKAN PADA JAM SAKTI LALU SUARAKAN&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;DENGAN LANTANG &lt;b&gt;‘BERUBAH’&lt;/b&gt;, terakhir SUARAKAN&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;DENGAN LANTANG &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;PULA&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;b&gt; ‘BERGABUNG’&lt;/b&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;Salam Berubah &amp;amp; Bergabung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Trebuchet MS';"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hendras&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-114248004509364720?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/114248004509364720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=114248004509364720&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114248004509364720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114248004509364720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2006/03/berubah-ala-power-ranger.html' title='BERUBAH Ala Power Ranger'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-114171979563766340</id><published>2006-03-07T16:13:00.000+08:00</published><updated>2006-03-07T16:23:15.656+08:00</updated><title type='text'>Enam Janji Pembelajar Sejati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;Rekans, berikut saya copy_pastekan artikel dari ekuator, yang kebetulan inline dengan main frame webblog saya, yakni pembelajaran diri.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Memenuhi janji kepada orang lain terasa lebih mudah ketimbang kepada diri sendiri. Mau bukti? Janji untuk belajar kepada diri sendiri, biasanya butuh kekuatan motivasi lebih untuk memenuhinya ketimbang ketika kita berjanji untuk belajar bersama orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Janji kepada diri sendiri perlu untuk dimulai, karena kita semua bertanggung jawab terhadap pengembangan diri. Salah satu di antaranya adalah janji untuk melakukan rencana pembelajaran individu, pernyataan sikap untuk menjadi pembelajar sejati, dan menumbuhkan komitmen terhadap 6 janji pembelajar sejati:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama,...&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Temukan Visi Pribadi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang ketika ditanya tentang apa yang dilakukannya terhadap kehidupan, mereka menggambarkan tugas-tugasnya, bukan tujuan dari tugas tersebut. Perhatikanlah apa yang penting, bermanfaat bagi kehidupan, dan lakukan yang terbaik dalam mewujudkannya. Sediakan waktu untuk berpikir jernih dan terbuka, dan bertanya apa yang ingin kita capai dari setiap aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kedua,...&lt;/strong&gt;Nyatakan Tujuan Inti&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jika visi adalah mimpi, maka tujuan nyata adalah peta untuk mewujudkannya. Jika visi adalah arah, maka tujuan adalah kecepatan dalam menuju arahnya. Menyatakan tujuan tidak hanya sekadar mengucapkan dan menuliskannya, akan tetapi lebih penting untuk membuatnya menjadi nyata. Kesuksesan dan kegagalan hanyalah dua sisi kondisi dari pencapaian tujuan; bagaimana menghadapi keduanya itu yang menentukan kualitas hidup seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketiga,...&lt;/strong&gt;Identifikasi 'Celah' Pengetahuan Sejak Dini&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berusaha untuk jujur kepada diri sendiri tentang apa yang kita ketahui dan tidak kita ketahui. Ketidakjujuran membuahkan pembelajaran yang keropos. Terimalah pengetahuan kita sebagai sarana memberikan manfaat lebih, dan jadikan ketidaktahuan kita sebagai sarana untuk melakukan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keempat,...&lt;/strong&gt;Carilah Mentor&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah dengan melihat dan meniru seseorang yang patut diteladani. Kita bisa memulainya dengan mengenali seseorang yang pengetahuannya kita hargai, memperhatikan bagaimana mereka mengatasi kesuksesan (dan terutama kegagalan), kemenangan dan kekalahan, kesulitan pribadi dan konflik dengan orang lain, serta bagaimana mereka terus-menerus belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kelima,...&lt;/strong&gt;Bangunlah Minat&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Membangun hobi dan minat di luar pekerjaan rutin dapat menjadi pendorong proses belajar dalam membangun kehidupan profesional. Ketertarikan terhadap hobi mungkin juga menumbuhkan kecakapan tidak terduga dan membuka peluang baru. Hobi naik gunung misalnya, akan membuat kita lebih enerjik, sehat, dan percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keenam,...&lt;/strong&gt;Ubahlah Kesalahan Menjadi Peluang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan adalah bagian alamiah dari proses belajar. Kesalahan - seperti cedera pada atlet - mengindikasikan kerja keras yang telah dilakukan, dan menggambarkan celah pengetahuan. Kesalahan sebaiknya menjadi titik awal perubahan, menentukan arah benar dan salah, dan menandai kekuatan dan kelemahan. Pembelajar sejati membangun karakter mental untuk menangani 'kecelakaan' dan membuat perbaikan dengan segera tanpa menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Janji tinggal janji ketika tidak terpenuhi. Janji menjadi abadi ketika niat ikhlas turut mengawali.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh Baban S. Bana&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Mizan Learning CenterSumber: Rosen Robert H., The Healthy Company, 1990&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-114171979563766340?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/114171979563766340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=114171979563766340&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114171979563766340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114171979563766340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2006/03/enam-janji-pembelajar-sejati.html' title='Enam Janji Pembelajar Sejati'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21461360.post-114169448242888106</id><published>2006-03-07T09:18:00.000+08:00</published><updated>2006-03-07T09:44:22.406+08:00</updated><title type='text'>The Experience Management</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7758/2170/1600/Re-exposure%20of%20DSCN1937.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 146px; CURSOR: hand; HEIGHT: 117px" height="128" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7758/2170/200/Re-exposure%20of%20DSCN1937.0.jpg" width="164" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Siapa pun kita, pastilah memiliki pengalaman. Bisa jadi dalam jumlah yang tidak terhitung lagi. Pengalaman adalah suatu peristiwa atau kejadian yang sudah dilewati seseorang dalam perjalanan kehidupannya, terlepas dari sengaja ataupun tidak, terlepas dari baik ataupun buruk dan juga terlepas dari menyenangkan ataupun sebaliknya. Semakin panjang umur seseorang, mestinya, akan semakin banyak pengalaman yang dimiliki. Semakin aktif seseorang, semakin banyak pula kemungkinan pengalaman yang akan diperolehnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengalaman adalah modal&lt;/strong&gt; yang sungguh berarti bagi si pemiliknya dan juga terbuka untuk orang lain. Bagi si pemilik, sudah barang tentu akan menguatkan secara psikis manakala ybs menemui kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang sama atau mirip di kemudian hari. Sebagai contoh, begitu banyak para lulusan SMA yg akan begitu antusias mengikuti kegiatan try out UMPTN. Mereka, tidak saja berharap tambahan pengalaman dari uji kemampuan mengerjakan soal-soal. Lebih jauh, adalah keberhasilan di dalam try out tsb juga akan meningkatkan tingkat kepercayaan diri (PD) bagi ybs, pada saat mereka tiba di hari-H UMPTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang lain pun demikian. Gejala nyata yang bisa kita rasakan adalah begitu banyak orang mengidolakan seseorang, baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati. Tokoh Idola, adalah penyimpulan instan dari ketertarikan seseorang atas karakter si tokoh yang sudah pasti adalah bentukan dari pengalaman-pengalaman yang dimilikinya. Dari tokoh idola itulah, seseorang akan merasa lebih mudah mengekspresikan dirinya menuju karakter yang diinginkannya. Kita juga merasakan, meniru adalah lebih mudah tinimbang mencipta sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan seseorang memilih tokoh idola, sangat bergantung kepada persepsi, paradigma dan daya nalar ybs. Bisa juga dipengaruhi oleh kebutuhan akan aspek-aspek tertentu yang temporer. Misalnya seseorang sedang belajar melukis maka ia akan mengidolakan P. Tino Sidin, para manajer akan mengidolakan Jack Welch, para pecinta anak akan mengidolakan Kak. Seto atau lain-lainnya. Tidak ada yang salah bagi siapa pun untuk menentukan siapapun tokoh idolanya. Paling-paling juga waktu yang akan menguji, &lt;em&gt;apakah sebuah pilihan adalah hal yang terbaik ataukah sudah harus diperhitungkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya arti sebuah pengalaman, sepertinya ada keharusan bagi kita untuk mengelola pengalaman-pengalaman yang kita miliki secara benar dan cermat. Orang kebanyakan bilang, ' &lt;strong&gt;Pengalaman adalah Guru Terbaik'&lt;/strong&gt;. Ungkapan bijak juga sering kita dengar &lt;strong&gt;'Bangsa besar adalah Bangsa yang Tahu akan Sejarahnya'&lt;/strong&gt;. Ungkapan bijak lain, &lt;strong&gt;'Keledai saja tidak akan jatuh dua kali di lubang yang s&lt;/strong&gt;ama'. Tuhan Alloh SWT secara berulang menyampaikan dalam Al Qur'an, &lt;strong&gt;..... berjalanlah kalian di muka bumi, dan lihatlah akibat2 perbuatan para pendahulumu supaya kalian berfikir,.....&lt;/strong&gt; Dan kalau kita cermati, hampir sebagian besar isi dari sebuah kitab suci adalah disampaikan dalam bentuk cerita kehidupan (baca : pengalaman) yang diwakili oleh kaum-kaum tertentu pada jaman dahulu. Nah, sebagai modal yang berharga dan berpotensi tinggi dalam menimbulkan dampak bagi diri sendiri dan orang lain, kiranya tidaklah berlebihan bahwa pengalaman haruslah dimanage dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana umumnya sebuah pengelolaan atau manajemen, maka &lt;strong&gt;the Experience Management (tEM)&lt;/strong&gt; pun mengenal adanya &lt;strong&gt;Planning, Organizing, Actuating &amp;amp; Controlling&lt;/strong&gt; yang bagi kita sudah sangat familiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PLANNING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di dalam memulai perencanaan sebuah pengalaman, &lt;em&gt;berarti kita harus berangkat dari visi-misi, target dan strategi yang sudah solid&lt;/em&gt;. Kita tidak ingin, akan muncul lagi pengalaman-pengalaman buruk atau bad experience. &lt;em&gt;Kita siapkan program jabaran yg bermakna, realistis dan menantang&lt;/em&gt;. Namun, kita juga harus bersiap diri dengan segala kemungkinan yang akan muncul sebagai imbas dari program-program yang akan kita lakukan. Dengan begini, kita tidak akan terkagetkan, seandainya harapan terbaik kita tidak terpenuhi dan bahkan muncul kejutan-kejutan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pengalaman kita bisa berimbas kepada orang lain, oleh karenanya sebaiknya juga diantisipasi secara optimal. Berimbas bisa terjadi secara langsung ataupun tidak langsung. Sebagai orang bergama, kita juga sepantasnya mengantisipasi 'ketidaksukaan' atau lebih jauh, 'kemarahan' Sang Tuhan. Jadi, &lt;em&gt;perencanaan sebuah pengalaman adalah sebuah upaya proaktif dan antisipatif terbaik untuk menciptakan the best experiences bagi diri sendiri dan system.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ORGANIZING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abu Thalib mengatakan, &lt;strong&gt;'Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahan oleh kebatilan yang terorganisir'.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengalaman yang tidak termanaje atau tidak pernah terambil hikmahnya sangatlah disayangkan. Bahkan seburuk atau sebenci apapun atau bahkan sampai trauma, tetaplah bahwa pengalaman adalah kekayaan kita. Dia tidak bisa dihilangkan, paling juga sekedar dilupakan saja. Gde Prama pernah menulis dalam artikelnya, &lt;em&gt;'Tuhan terkadang berbicara kepada kita justru melalui kesalahan-kesalahan yang kita buat'&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;Ada harapan besar dari Tuhan, agar kita menghikmahi apapun pengalaman kita.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa pun yg menjadi pengalaman kita di suatu saat, kita harus sikapi bahwa itulah yang terbaik untuk saat itu. Esok, lusa atau kelak adalah perkara lain. Syukur-syukur dengan segala improve dan kerja keras akan membuat sesuatu menjadi lebih baik atau semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman bisa berasal dari pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain bahkan makhluk lain. Dua-duanya harus di_organize secara optimal. Sebagai sesama manusia, akan banyak ujian-ujian kehidupan yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Sementara dari kehidupan makhluk lain, tidak jarang pula terilhami banyak watak dan perilaku yang menyiratkan banyak makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, semakin banyak kosa pengalaman dengan kosa warna dan pelaku yang juga beragam, maka akan semakin lengkaplah file-file jurisprudensi kita. Oleh karenanya, akan sangat bermanfaat, jikalau kita mau dan mampu untuk terus mengkoleksi pengalaman-pengalaman terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang tertentu, pengalaman-pengalaman yangg dimilikinya bahkan juga dicoba untuk disebarkan kepada orang lain. Jadilah banyak buku ilmiah, biografi, tips-tips, bunga rampai dan sebagainya. Kesemuanya itu adalah produk dari pengalaman yang bersangkutan, entah itu pengalaman kejiwaan, akal, jasmani ataupun rasa. Hal ini adalah positif, karena akan memperkaya referensi dan jurisprudensi buat mereka yang mau membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ACTUATING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari Planning dan Organizing yang optimal, kita akan melangkah lebih ringan ketika harus mengkomunikasikan pengalaman terbaru pada diri sendiri. Kondisi ini akan semakin ringan lagi, dengan kekayaan pengetahuan dan wawasan diri yang selalu ter_update melalui aktifitas pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita akan semakin terkondisikan secara tidak sengaja ke dalam penyikapan yang semakin jujur dan kritis&lt;/strong&gt;. Setiap pengalaman disikapi dengan sikap-sikap terbaik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang tidak kalah menarik, dari sekian banyak jurisprudensi pastilah akan selalu ada benang merah yang bisa kita ambil. Benang merah yang ditarik dengan sikap-sikap jujur dan kritis pastilah akan menjadi sebuah benang merah yang terbaik. Dia memiliki kekuatan nilai yang kuat dan termungkinkan teraplikasikan dalam banyak kejadian selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CONTROLLING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aktifitas controlling meliputi kegiatan pengendalian diri saat munculnya pengalaman terbaru&lt;/strong&gt;. Terhadap pengalaman sejenis, mestinya bisa diselesaikan dengan mudah. Terhadap pengalaman lain yang lebih berat, dengan modal pengalaman terdahulu yg hampir mirip, mestinya kita sedikit PD dan berkeyakinan bahwa dengan tambahan effort pastilah akan teratasi. Di sini, kemiripan bisa jadi karena mirip dengan pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha untuk pengalaman terberat dan tidak ada kemiripan dengan pengalaman terdahulu, kiranya kita terima saja, kita pelajari, kita nikmati dan kita jadikan sebagai arsip dan modal atau jurisprudensi terbaru. Suatu saat, pasti akan terpakai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tEM yang optimal, maka sebuah produktifitas kehidupan akan terwujud. Kemarin boleh salah, tapi tidak untuk hari ini apalagi esok. Minimal kesalahan-kesalahan tersebut terus semakin berkurang. Kemarin bisa jadi kurang ilmu, maka hari ini haruslah sudah bertambah. Inilah esensi sebuah hidup itu sendiri. Berlawanan dengan mati yang berujung kepada kepunahan, hidup adalah perjalanan yang makin sempurna. Kalau dibahasakan dengan ilmu matematika dasar, maka &lt;strong&gt;kehidupan adalah menciptakan gradien yang selalu positif&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Membangun Gradien Positif&lt;br /&gt;Hendras&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21461360-114169448242888106?l=hendrasu.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendrasu.blogspot.com/feeds/114169448242888106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=21461360&amp;postID=114169448242888106&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114169448242888106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21461360/posts/default/114169448242888106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendrasu.blogspot.com/2006/03/experience-management.html' title='The Experience Management'/><author><name>hendra supha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17534424435493928787</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='10186140865725873577'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>